Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demo di Jakarta

Beredar Surat Permintaan Dana Rp 120 Juta untuk Aksi Damai 2 Desember

Mendengar itu, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Awal Chairuddin membantah pihaknya meminta uang sumbangan kepada dengan total Rp 120 juta.

Beredar Surat Permintaan Dana Rp 120 Juta untuk Aksi Damai 2 Desember
Yurike Budiman/Tribunnews.com
Surat Edaran permintaan dana untuk mengantisipasi aksi damai jilid 3 yang beredar di RW08 Komplek Gading Kirana, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang aksi damai Jilid III yang akan kembali dilakukan secara besar-besaran pada 25 November 2016 dan 2 Desember 2016, warga RW08 Komplek Gading Kirana, Kelapa Gading, Jakarta Utara mendapatkan surat edaran yang meminta uang Rp120 juta.

Dalam surat tersebut tertulis, masing-masing Kepala Keluarga (KK) harus menyumbang Rp200 ribu untuk pengamanan yang akan dilakukan 20 anggota Brimob dari Kalimantan Barat dan enam TNI untuk mengantisipasi demo, dengan mengatasnamakan Polres Jakarta Utara.

Mendengar itu, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Awal Chairuddin membantah pihaknya meminta uang sumbangan kepada dengan total Rp 120 juta.

"Itu tidak benar. Saya semalam sudah bertemu dengan yang membuat surat itu, sudah kami konfirmasi," kata Awal kepada Tribunnews.com, Senin (21/11/2016).

Menurutnya, Polres Jakarta Utara memang mendapat bantuan sebanyak 12 kompi personel kepolisian yang berasal dari berbagai daerah.

"Mengamankan pasti. Tapi apa kami minta uang? Kan tidak boleh, dinalar saja, masa kami minta uang. Tapi kalau ada yang ingin membantu, ya enggak apa-apa," kata Awal.

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono mengatakan surat pernyataan tersebut tak ada hubungannya dengan pihak kepolisian.

"Itu memang iuran swadaya warga Gading Kirana yang dimaksud untuk membantu dana operasional anggota polisi, tapi itu sama sekali tidak ada permintaan dari anggota kepolisian," ujar Argo saat dihubungi.

Ia merasa keberatan atas adanya surat edaran nomor 025/RW-08/XI/2016 tersebut bertuliskan tembusan ke Polsek Kelapa Gading dan Polres Jakarta Utara.

"Kami tidak pernah meminta atau diberitahu mengenai iuran operasional pengamanan demo tersebut," pungkasnya.

Berikut isi lengkap surat yang beredar:

"Dengan Hormat,

Dalam rangka antisipasi dampak demo tanggal 25 November dan 2 Desember 2016, di lingkungan RW 08 Gading Kirana telah diperbantukan 20 (dua puluh) anggota BRIMOB dari Kalimantan Barat dan 6 personel TNI. Sesuai dengan pengarahan POLRES Jakarta Utara, hal ini dipandang perlu karena Gading Kirana adalah jalur utama Kelapa Gading dari pintu masuk barat, samping Arta Graha.

Untuk mendukung operasional 20 anggota Brimob ditambah 6 personel TNI, diperlukan dukungan dana operasional dari tanggal 17 Nopember sampai tanggal 5 Desember 2016 minimal Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah). Kami harapkan partisipasi seluruh warga minimal Rp200.000,- per KK. Parrtisipasi seluruh warga dapat disetor ke rekening R-08, BCA 419 388 7778 atas nama Frans Gunawan atau ke sekretaris RW atau diambil kolektor RW.

Bilamana kondisi keamanan memburuk dimana diperlukan tambahan penjagaan keamanan lingkungan RW-08 GK, maka kami akan melibatkan warga, terutama laki-laki, untuk ikut berpartisipasi. Semua akan kami komandokan demi kebersamaan dan kepedulian dalam menjaga keamanan lingkungan Gading Kirana."

Penulis: Yurike Budiman
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas