Elektabilitas Menurun, Djarot Samakan Nasibnya dengan Donald Trump
Elektabilitas pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat menurun.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elektabilitas pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat menurun.
Tak peduli, Djarot tetap optimis meraup suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017.
Djarot mengatakan, survei tak menentukan hasil akhir pada Pillkada. Contohnya, pada Pilkada 2012 lalu, pasangan Joko Widodo dan Ahok tak diunggulkan oleh beberapa lembaga survei. Tapi, tetap menjadi pasangan calon terpilih.
Kemudian, saat Pemilihan Presiden ke-45 Amerika Serikat pada awal November lalu. Berdasarkan beberapa hasil survei, Hillary Clinton diyakini akan memenangi Pilpres. Nyatanya, Donald Trump yang terpilih.
"2012, ketika mencalonkan Pak Jokowi-Basuki, ada tidak survei yang mengatakan kita akan menang? Contoh paling mutakhir, Pemilihan Presiden Amerika Serikat, ada tidak mengunggulkan Donald Trump? Makanya, jangan takut," ucap Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).
Menurut survei Charta Politika Indonesia sepanjang 17-24 November, elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, tertinggi, yaitu 29,5 persen. Pasangan Ahok-Djarot di posisi kedua dengan 28,9 persen. Adapun pasangan nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dipilih 26,7 persen.
"Meski Ahok Djarot diunggulkan, apa saya percaya? Tidak percaya. Turun? Tidak percaya," ujar Djarot.
Djarot tetap percaya akan memenangi pesta demokrasi Jakarta, yang berlangsung pada 2017 mendatang, "Paling-paling ya, kita hampir kalah," tutur Djarot.