Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketika Warga Kritisi Program KJP Plus Anies-Sandi

Saat kampanye di wilayah di Jalan Kecapi 1, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (23/12/2016) kemarin salah seorang warga mempertanyakan program KJP Plus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ketika Warga Kritisi Program KJP Plus Anies-Sandi
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno menghadiri acara deklarasi relawan perempuan 'Bidadari Anies-Sandi' di Jalan Intan Ujung, Cilandak, Jakarta, Senin (19/12/2016). 

"Kami akan memberikannya dua kali dalam setahun, di awal semester," ujar Anies.

Selain itu menurut Anies bantuan tunai akan diberikan menyesuaikan dengan kalender pendidikan, seperti pada awal semester.

Pada masa tersebut kebutuhan pendidikan sangat tinggi, dan orang tua akan memprioritaskan bantuan tunai tersebut untuk kebutuhan sekolah.

Dengan seperti itu, maka penyelewengan bantuan pendidikan dapat diminimalisir.

Sementara itu, terkait peningkatan mutu pendidikan, salah satu cara yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan pada guru.

Selain itu juga dengan merotasi kepala sekolah per 6 bulan.

"Kepala sekolah di sekolah bagus akan dirotasi ke sekolah yang biasa saja, dan kepala sekolah dari sekolah yang biasa akan mengepalai sekolah yang bagus, sehingga dapat saling belajar," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Anies cara tersebut sangat efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu ia pernah terapkan saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sehingga, berhasil tidaknya program pendidikan tidak diukur dari bagus tidaknya bangunan sekolah.

"Sekolah bagus ditentukan kualitas guru, kalau guru baik sekolah baik. Kedua kepala sekolah, kalau kepalanya baik sekolah baik," kata Anies.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas