Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Plt Gubernur DKI Ungkap Sejumlah Kekurangan di Terminal Pulogebang

Sumarsono, mengatakan, masih ada sejumlah kekurangan di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Plt Gubernur DKI Ungkap Sejumlah Kekurangan di Terminal Pulogebang
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono ajukan perubahan struktur organisasi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta ke DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016). TRIBUNNEW.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan, masih ada sejumlah kekurangan di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Sumarsono menjelaskan, salah satu kekurangan tersebut yaitu jarak yang cukup jauh antara lokasi pengecekan administrasi sopir dan posko kesehatan.

Jarak antar ruangan administrasi dan kesehatan sekitar 300 meter.

Sumarsono menilai hal itu bisa membuat sopir malas untuk bolak balik melakukan tes kesehatan dan pengecekan administrasi.

"Orang bisa malas bolak balik. Namanya koreksi administrasi persopiran, itu harus deket dengan kesehatan tensi, tapi ini jauh banget," ujar Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2016).

Sumarsono juga menyoroti pendingin ruangan yang belum mencukupi di Terminal Pulogebang.

Sumarsono menyampaikan, saat dirinya melakukan pengecekan persiapan Terminal Pulogebang pekan lalu, ia melihat pendingin ruangan yang masih belum memadai dibanding dengan ruangan terminal yang begitu besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumarsono menilai, kurangnya penyediaan pendingin ruangan karena sedikitnya anggaran untuk Terminal Pulogebang pada 2016.

Ia juga menyinggung banyaknya terminal bayangan di sepanjang jalan menuju Terminal Pulogebang.

Ia telah meminta agar Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI bisa menyelesaikan permasalahan itu. Sumarno juga akan memaksimalkan lantai-lantai yang ditujukan sebagai pusat perdagangan di Terminal Pulogebang.

"Lalu pengisian toko-toko yang tiga lantai itu hingga bisa meriah sekelas Grand Indonesia," kata Sumarno.

Sore ini, Menteri Perhubungan Budi Karya akan melakukan soft launching terhadap Terminal Pulogebang. Pemprov DKI memberikan batas waktu hingga 28 Januari 2017 agar seluruh bus AKAP yang ada di Jakarta Timur beroperasi di terminal tersebut.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas