Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Dalami Alasan Pelaku Sasar Rumah Dodi

Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur akan melakukan pemeriksaan tambahan kepada para pelaku perampokan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Polisi Dalami Alasan Pelaku Sasar Rumah Dodi
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Sopir perampokan sadis di Pulomas, Alfin Bernius Sinaga meringis kesakitan saat dibopong polisi turun dari mobil. Ia dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk cek kesehatan, Kamis (29/12/2016) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur akan melakukan pemeriksaan tambahan kepada para pelaku perampokan di rumah mewah di Pulomas.

Pemeriksaan tambahan itu akan dilakukan untuk mendalami motif para pelaku melakukan kejahatan. Selain itu, R alias Ucok, seseorang yang menyembunyikan Ramlan Butar-Butar dan Erwin Situmorang, akan dimintai keterangan.

"Yang perlu saya dalami adalah, saya akan melakukan pemeriksaan tambahan kepada pelaku yang tertangkap, kenapa sasaran rumah itu rumah pak Dodi," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan, kepada wartawan, Kamis (29/12/2016).

Penyidik akan mendalami alasan mengapa para pelaku memasukkan 11 korban ke kamar mandi berukuran 2X1 meter. Padahal pelaku mengetahui di lantai atas ada kamar yang lain.

"Padahal, dia tau di atas ada kamar-kamar yang lain mungkin bisa dilakukan itu. Bisa juga karena naik tangganya kabur dan sebagainya. Tapi akan diperdalam," kata dia.

Dari hasil kesimpulan sementara penyidik, kata dia, insiden di Pulomas merupakan kasus perampokan, pembunuhan, dan penyekapan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, ada atau tidak orang yang mengarahkan para pelaku akan diperdalam.

"Tapi analisa sementara itu, kami jangan melakukan asumsi atau andai-andai tak boleh apalagi kaitkan keluarga dan sebagainya. Kami harus fakta nanti," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas