Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dalam Kampanye Anies Ibaratkan Masalah Pendidikan Seperti Sakit Demam

Menangani permasalahan kemiskinan, lapangan pekerjaan, dan lainnya di Jakarta dengan pendidikan seperti mengobati 'sakit demam,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dalam Kampanye Anies Ibaratkan Masalah Pendidikan Seperti Sakit Demam
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disambut meriah warga Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta?, saat kampanye di wilayah tersebut, Rabu (28/12/2016) petang. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Calon gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam kampanyenya di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (30/12/2016) kembali menjanjikan peningkatan kualitas pendidikan apabila terpilih dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Menurut Anies masalah pendidikan merupakan akar semua permasalahan yang ada di Jakarta.

‎Anies mengibaratakan menangani permasalahan kemiskinan, lapangan pekerjaan, dan lainnya di Jakarta dengan pendidikan seperti mengobati sakit demam.

Bila permasalahan tersebut tidak diselesaikan dari akar permasalahannya yakni misalnya hanya dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), ibarat mengobati demam hanya dengan memberikan paracetamol (obat penurutn demam).

‎"Kalau badannya panas berarti ada infeksi. Kalau diobatinnya pakai paracetamol penurun panas, ya, panasnya turun. Tapi setelah beberapa jam, panas lagi karena infeksinya nggak pernah disembuhi," papar Anies di Cipete, Jakarta Seletan, Jumat (30/12/2016)

Oleh karenanya menurut Anies menyelesaikan permasalahan di Jakarta harus dari akarnya yakni peningkatan kualitas pendidikan. Ibarat penyakit demam yang infeksi harus diberi obat anti biotik yang ada takarannya serta harus sampai tuntas mengkonsumsinya.

"Karena kemiskinan harus dibereskan dengan peningkatan mutu orangnya kemudian perluasan kesempatan kerjanya sehingga mereka bisa hidup mandiri dan ikut di dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas