Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Korban Perampokan Pulomas Berebut Oksigen di Kamar Mandi Untuk Bertahan Hidup

"Mereka tentu berebut oksigen. Keterangan (korban,-red) yang hidup. Pak Dodi sempat mematahkan grendel pintu kunci,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kisah Korban Perampokan Pulomas Berebut Oksigen di Kamar Mandi  Untuk Bertahan Hidup
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (kanan) menunjukkan kronologis kejadian yang terekam cctv saat rilis pengungkapan Perampokan sadis Pulomas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017). Polda Metro berhasil melakukan pengungkapan perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas dengan mengamankan 4 orang tersangka berserta barang bukti. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 11 orang disekap di kamar mandi berukuran 1,5 X 1,5 meter di sebuah rumah di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Di ruang sempit tersebut, korban kawanan perampok Ramlan Butar-Butar Cs berupaya bertahan hidup.

Mereka melakukan berbagai upaya supaya mendapatkan oksigen di tempat tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Iriawan, mengatakan para korban disekap mulai Senin (26/12/2016) pukul 14.42 sampai ditemukan Selasa pukul 10.10 WIB.

"Mereka tentu berebut oksigen. Keterangan (korban,-red) yang hidup. Pak Dodi sempat mematahkan grendel pintu kunci," ujar Iriawan, kepada wartawan, Kamis (5/1/2017).

Berdasarkan keterangan seorang pembantu Dodi Triono yang selamat dari insiden itu, kata Iriawan, Dodi sempat mematahkan grendel pintu kunci.
Upaya itu dilakukan untuk melubangi agar ada udara atau oksigen masuk ke ruangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka berebutan menghirup udara. Mereka meminum air ledeng untuk mempertahankan hidup supaya tak dehidrasi," kata dia.

Selain itu, Dodi, pemilik rumah, Yanto dan Tarso, sopir, berupaya mendobrak pintu tersebut.

Namun, pintu tak terbuka.

Upaya ini dilakukan berulang kali sehingga mereka kehabisan tenaga hingga akhirnya tewas.

"Pintu kuat sekali, yang meninggal lelaki semua. Tak kuat, menendang dan sebagainya. Usaha itu sia-sia," ujarnya.

Pada saat di kamar itu, Zanette Kalla Azaria berteriak.

Dia digigit Diona Arika, kakaknya.

Ini dilakukan agar Zanette tetap hidup saat disekap.

"Zanet digigit almarhum Diona. Digigit supaya siuman. Zanet melalui ibunya juga mengatakan demikian," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas