Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahok Akui Belum Mampu Kendalikan Harga Cabai

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui belum mampu mengendalikan harga komoditas cabai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ahok Akui Belum Mampu Kendalikan Harga Cabai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pedagang menyiapkan cabai bagi pembeli di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (9/1/2017). Menurut Pedagang, harga cabai saat ini mencapai Rp 120 ribu per kilogram akibat hasil panen yang berkurang dikarenakan musim penghujan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui belum mampu mengendalikan harga komoditas cabai.

Ahok menjelaskan, sejak November 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru memfokuskan kepada upaya penstabilan komoditas pangan lain yang dianggap lebih utama, yaitu beras dan daging sapi.

PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Dharma Jaya, dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan, diinstruksikan menjadi penguasa pasar kedua komoditi.

Ahok tak memprediksi cabai mengalami kelangkaan saat masih memerintah, akibatnya harga melambung tinggi.

"BUMD kita semua berfungsi dengan baik. Harga daging sapi udah oke. Kita hanya belum beres di cabai. Di bawang juga," ujar Ahok di hadapan ratusan pendukungnya, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Ahok berjanji, bakal berusaha menurunkan harga cabai, bila dirinya diizinkan memimpin Jakarta bersama Djarot Saiful Hidayat periode 2017-2022.

Rekomendasi Untuk Anda

Ahok menjelaskan, sebelum cuti telah menyusun konsep pembangunan perkulakan. Di sana komoditas yang dijual lengkap, harga yang ditawarkan juga adalah harga distributor.

Pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) oleh anaknya atau gaji sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) yang masuk ke rekening Bank DKI bisa membeli bahan pangan di perkulakan.

"Orang tidak mampu bisa beli dengan harga pabrik, harga distributor," ujar Ahok.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas