Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sylviana Murni Tidak Setuju Prostitusi Dilegalkan di Jakarta

Sylviana Murni secara tegas menolak pengadaan prostitusi legal untuk memberikan hiburan bagi masyarakat Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sylviana Murni Tidak Setuju Prostitusi Dilegalkan di Jakarta
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1 Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni saat mengikuti debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (13/1/2017). Dalam debat pertama kali ini KPU DKI Jakarta mengangkat tiga isu, yakni sosial-ekonomi, pendidikan-kesehatan, dan lingkungan-transportasi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sylviana Murni secara tegas menolak pengadaan prostitusi legal untuk memberikan hiburan bagi masyarakat Jakarta.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri perayaan Maulid Nabi di Majelis Taklim Nurul Fajri, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

"Ya jelas tidak perlu ada prostitusi legal di Jakarta. Kita memang akan memberi hiburan kepada masyarakat Jakarta, tapi kalau hiburan sudah menyimpang akan kita tegakkan aturan," jelasnya.

Baca: Sandi Akan Ubah Imej Tempat Hiburan Malam yang Identik Kemaksiatan, Seperti Apa?

Calon wakil gubernur Jakarta yang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono tersebut memberi contoh saat penanganan pusat prostitusi di Kramat Tunggak tahun 1999 lalu.

Saat itu Sylviana Murni menjabat Kepala Biro Bina Sosial Pemprov Jakarta.

"Waktu itu saya ikut sosialisasikan penghapusan prostitusi. Jelas kita tidak mungkin lagi ada tempat seperti itu," jelasnya.

Baca: Anies Sindir Ahok yang Mengaku Tidak Punya Bukti Prostitusi di Alexis

Selain penegakan hukum, Sylviana Murni juga mengatakan perlunya pemberian keterampilan sehingga masyarakat bisa mengisi kegiatan ekonomi yang positif.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang penting kan bagaimana kegiatan ekonomi mereka berjalan. Kalau itu sudah tertangani maka tidak ada alasan lagi," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas