Ahok: 'Bohong Enggak Gusur, Saya Mau Jujur Bu'
Seorang wanita berteriak saat kawasan rumahnya didatangi calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Faizal Rapsanjani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seorang wanita berteriak saat kawasan rumahnya didatangi calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Pak Ahok, saya mau pilih, tapi saya jangan digusur," teriak Tanti (35) kepada Ahok, di Jalan Rohimin, Ulujami, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).
Berjarak sekitar dua rumah, Ahok yang sedang berbincang tampak kaget. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menyampaikan kepada Tanti, bahwa ia akan melihat dulu kawasan yang hendak digusur.
"Bu, kalau kena akan tetap kami gusur. Tapi, kita akan kasih rusun dan ganti yang sesuai. Saya bukan seperti calon lain yang bilang ibu pilih saya, saya enggak gusur. Bohong itu ibu!" jelas Ahok.
Tanti hanya mengangguk. Sementara, Wahyuni (54), teman Tanti, meminta agar Ahok menepati janji soal rumah susun bagi korban penggusuran.
"Tapi dikasih ya pak. Urusan kami juga jangan dipersulit," cecar Wahyuni.
Ahok menegaskan kepada Tanti dan Wahyuni, bahwa rumah yang berada di pinggiran kali harus digusur. Sebab, rumah mereka terletak di pinggir Kali Pesanggrahan.
"Kalau ini kena sungai dan harus bikin jalan, ini pasti kena. Kalau di bawah harus bikin jalan, ya di sini harus digusur," balas Ahok.
Ayah tiga anak itu berjanji akan merelokasi warga ke tempat yang lebih baik, seperti di Rusunawa. Ahok menjelaskan pula, jika bantaran kali tidak dirapikan maka akan timbul korban karena banjir.
"Kami tawarin ke rusun oke, atau pilih uang. Saya enggak ada pilihan lain, bu. Enggak pengin kayak pasangan lain. Bohong enggak gusur, saya mau jujur bu," papar Ahok. (*)