Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Selidiki Pelaku Teror Posko FPI

Sebelumnya bom juga menyasar posko DPC FPI Pasar Rebo, Jakarta Timur Kamis, (2/1/2017) dini hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Polisi Selidiki Pelaku Teror Posko FPI
FPI
Posko Front Pembela Islam (FPI) di Cimanggis , Depok, diserang bom molotov, Selasa (7/2/2017) . 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian masih menyelidiki adanya teror yang mengarah ke Posko Front Pembela Islam di Cimanggis, Depok, Selasa (7/2/2017) pagi.

"Masih mendalami dari Polres Depok," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017).

Sebelumnya bom juga menyasar posko DPC FPI Pasar Rebo, Jakarta Timur Kamis, (2/1/2017) dini hari.

Bom yang diduga molotov tersebut menghancurkan meja dan bangku.

"Itu bahan evaluasi dari penyidik nanti sambil memeriksa saksi lagi," ucap Argo.

Hingga saat ini, polisi belum menangkap pelaku, "Belum tahu," kata Argo.

Sebelumnya, dijelaskan oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif, teror terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Teror diduga menggunakan dua bom molotov yang dilemparkan ke arah posko FPI di Kompleks Timah Kelapa Dua RT 01/RW 12, Tugu, Cimanggis, Depok.

Dua bom molotov dilempar mengenai dinding depan posko. Bom mental dan jatuh ke atas ubin, kemudian meledak.

"Isinya bensin pakai sumbu menggunakan dan pelekat warna hijau," ujar Slamet saat dihubungi wartawan, Selasa (7/2/2017).

Menurut keterangan Maarif, pelaku berjumlah tiga orang, dengan mengendarai dua sepeda motor.

"Memakai dua sepeda motor, berjumlah tiga orang. Semuanya memakai Helm, dari arah utara ke selatan," ucap Slamet.

Slamet mendapat informasi dari pengurus FPI Cimanggis Ma'ruf Amin, yang mendengar langsung suara ledakan. Ma'ruf langsung berlari keluar dan meneriaki pelaku teror.

"Dia teriak, 'maling' sambil mengejar dan menendang api yang lagi menyala," ucap Slamet.

Slamet mengimbau kepada laskar FPI untuk tidak terprovokasi, setelah adanya teror tersebut. Dia mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut, dan menangkap pelaku teror.

"Polisi cepat usut dan tangkap pelakunya," ucap Slamet.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas