Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sidak Komisi II DPR Temukan e-KTP Palsu dari Kamboja

Komisi II DPR RI melakukan inspeksi mendadak ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sidak Komisi II DPR Temukan e-KTP Palsu dari Kamboja
KTP Palsu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi II DPR RI melakukan inspeksi mendadak ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Hal itu berkaitan dengan informasi ditemukannya kiriman e-KTP dari Pnom Pehn, Kamboja, kepada seseorang yang bernama Leo di Jakarta.

"Bukti fisik 38 E-KTP dan 32 NPWP perlu dilakukan penyelidikan mendalam mengenai motif pengiriman tersebut. Pihak terkait harus segera menuntaskan kasus tersebut. apakah, e-KTP tersebut palsu?" kata Anggota Komisi II DPR Ahmad Baidowi melalui pesan singkat, Kamis (9/2/2017).

Baca: Kiriman Paket e-KTP Diduga Palsu dari Kamboja Ditemukan Bea Cukai Bandara Soetta

Baca: E-KTP Palsu Bisa Dideteksi Dalam Dua Detik

Mengingat, kata Baidowi, sebelumnya juga ada pengiriman e-KTP palsu dari Tiongkok dan Perancis.

Oleh karenanya , Baidowi meminta perlu dilakukan kajian mendalam mengingat data kependudukan sangat vital dan strategis.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita harus segera menyikapi persoalan ini untuk kepentingan NKRI. ketentuan mengenai kependudukan sudah diatur dalam UU 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan," kata Politikus PPP itu.

Baidowi mengingatkan kasus kiriman e-KTP ini rawan dikaitkan dengan persoalan politik yang cukup sensitif menjelang pilkada serentak.

E-KTP itu, kata Baidowi, juga rawan disalahgunakan untuk kepentingan lainnya yang melibatkan warga asing.

Baidowi menuturkan hasil kunjungan lapangan Komisi II DPR ke Bea Cukai ditemukan fakta bahwa pengiriman e-KTP dari Kamboja memang ada.

Ia pun meminta kasus tersebut segera dituntaskan penyelidikannya.

"Kasus ini, semakin menggugah kita semua untuk terus waspada terhadap modus penyalahgunaan e-KTP. hal ini, sekaligus mengingatkan temuan di beberapa tempat banyaknya pemalsuan e-KTP khususnya bagi WNA," kata Baidowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas