Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Djan Faridz: Berita Putra KH Maimun Zubair Dukung Anies-Sandi Tidak Benar

Djan Faridz membantah bahwa KH Ahmad Wafi Maimun Zubair mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Djan Faridz: Berita Putra KH Maimun Zubair Dukung Anies-Sandi Tidak Benar
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz. TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz membantah bahwa KH Ahmad Wafi Maimun Zubair yang merupakan putra dari sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Maimun Zubair, mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta.

Menurutnya, KH Ahmad Wafi yang juga Ketua DPW PPP Jawa Tengah tidak memberikan dukungan. Djan menyebut dukungan yang dimuat beberapa media adalah hoax.

"Kemarin ada viral berita di media sosial, menyatakan adanya dukungan dari Gus Wafi (KH Ahmad Wafi Maimun Zubair) datang ke Jakarta untuk menyampaikan dukungan beliau kepada salah satu calon. Itu tidak benar," kata Djan kepada wartawan di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017).

Djan mengaku langsung mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada Gus Wafi.

Baca: Anies-Sandi Pelajari Program AHY-Sylvi, Apa Kata Djarot?

"Berita itu saya kirimkan kepada beliau, lalu beliau meminta maaf, isinya begini 'ya Allah maaf ketum baru jawab. Ketum kemarin itu pertemuan yang tidak begitu disengaja. Pas kumpulan dengan forum alumni Sarang di Jakarta. Saya ditanya, sebagai muslim alumni Sarang, ya dukung sesama muslim. Saya juga bilang ini tidak ada hubungannya dengan PPP," kata Djan mengutip percakapannya dengan Gus Wafi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Gus Wafi kata Dhan memang merekomendasikan nama-nama bakal calon kepala daerah kepadanya. Namun hanya untuk wilayah Jawa Tengah, itu pun harus menunggu persetujuan dirinya.

"Beliau ini jabatannya Ketua DPW Jawa Tengah. Jadi pilkada-pilkada memang dibawah beliau, bupati, wali kota memang banyak direkomendasi dan tentunya beliau punya kebijakan untuk memilih pemimpin pemimpin umat, tapi untuk wilayah Jawa Tengah. Dan beliau juga menyampaikan pada saya untuk meminta persetujuan," kata Djan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas