Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hanya 8 Persen Lagi Ahok-Djarot Menang

Toni menambahkan bahwa angka 42,99% bahkan mustahil didapat 2-3 bulan yang lalu terutama ketika lawan menggunakan isu agama dengan cara sistimatis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Hanya 8 Persen Lagi Ahok-Djarot Menang
istimewa
Konser Gue 2 di Lapangan Ex Driving Range, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Konser yang diikuti sejumlah seniman dan budayawan itu sekaligus menjadi ajang kampanye akbar Ahok-Djarot. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAkampanye 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pleno KPU DKI Jakarta kemarin malam memutuskan bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat, memenangkan kompetisi putaran pertama.

"Ini rahmat terbesar yang wajib disukuri pendukung Ahok-Djarot. Bayangkan di tengah fitnah yang diproduksi secara masif dan pengerahan massa untuk meneror, kita bisa finish pada ururan pertama," jelas Raja Juli Antoni, Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot di Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Toni menambahkan bahwa angka 42,99% bahkan mustahil didapat 2-3 bulan yang lalu terutama ketika lawan menggunakan isu agama dengan cara sistimatis.

"Tapi Alhamdulillah, berkat dukungan relawan dan anggota parpol masa-masa sulit itu kita lewati. Dan, kita menang," kata Raja Juli.

Meskipun tidak dapat menang dalam satu putaran, menurut Toni yang juga merupakan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, tantangan paslon nomor 2 jauh lebih mudah dibandingkan putaran pertama.

"Kita hanya butuh 8% pemilih rasional saja untuk menang. Bayangkan dulu kata sebuah lembaga survei elektabilitas Ahok hanya tinggal 10%. Ada kenaikan 32% karena kerja keras kita. Masak cuman 8% lagi kita gak bisa," tegas Toni.

Menurut Toni, ada dua hal yang mesti dikerjakan untuk mendapatkan angka 8% itu. Pertama pertahankan daerah-daerah yang Ahok-Djarot menang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Basis kita sudah mulai diserang dengan spanduk 'pemilih Ahok jenazahnya tidak akan disholatkan'," ujarnya.

Kedua, ketuk pintu tetangga yang kemarin memilih paslon nomor 1.

Gerakannya mesti door to door secara masif.

"Insya Allah, 8% lagi Ahok-Djarot menang. Dan 8% tidak sulit dicapai dengan militansi Ahokers di lapangan," pungkas Toni.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas