Tribun

Terjadi Kelangkaan, Antrean Warga Beli Gas Tabung Melon Mengular

Rencana pemerintah untuk menarik subsidi Liquid Petroleum Gas (LPG) alias elpiji ukuran tiga kilogram berdampak kepada warga.

Editor: Adi Suhendi
zoom-in Terjadi Kelangkaan, Antrean Warga Beli Gas Tabung Melon Mengular
Tribunnews.com/ Willy Widianto
Antrean warga untuk membeli gas elpiji ukuran tiga kilogram di sebuah agen di kawasan Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis(9/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Rencana pemerintah untuk menarik subsidi Liquid Petroleum Gas (LPG) alias elpiji ukuran tiga kilogram berdampak kepada warga.

Kelangkaan gas mulai muncul dimana-mana, seperti yang terjadi di Cilebut, Bogor, Jawa Barat.

Warga kesulitan mencari gas elpiji tabung melon itu.

Alhasil kedatangan truk pengangkut tabung gas di beberapa agen langsung diserbu warga.

Pantauan Tribun di agen elpiji di Jalan Raya Cilebut-Bojonggede warga terlihat menyemut menanti antrean.

Beberapa warga bahkan tidak hanya membawa lebih dari satu tabung gas kosong.

”Mohon antre yang tertib ya, satu orang satu tabung biar semua kebagian," ujar Petugas Agen yang terlihat kewalahan mengatur antrean warga yang dalam hitungan menit mulai mengular.

Antrean warga untuk membeli gas elpiji u
Antrean warga untuk membeli gas elpiji ukuran tiga kilogram di sebuah agen di kawasan Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis(9/3/2017).

Warga yang telanjur membawa tabung gas melon kosong berjumlah banyak terpaksa gigit jari.

Bahkan ada beberapa dari mereka yang protes.

Kericuhan kecil pun sempat terjadi.

"Ini saya buat jualan bang di warung, masak enggak boleh," ujar seorang warga.

"Kita utamain pelanggan dulu ya pak, nanti baru yang lain, sabar dulu, kalau mau satu orang satu," ujar Petugas Agen tersebut.

Harga satu tabung gas melon ukuran tiga kilogram di agen-agen juga terpantau belum mengalami kenaikan.

Satu tabung gas di agen dibanderol dengan harga Rp 17.000, tidak seperti yang beredar belakangan dimana pemerintah mematok harga Rp 30.000 karena tidak lagi mensubsidi.

Seperti diketahui Kementerian ESDM berencana mencabut subsidi gas ukuran tiga kilogram.

Warga pengguna gas nantinya dianjurkan untuk beralih ke tabung gas Bright ukuran 5,5 kilogram.

Alasan pemerintah mencabut subsidi gas tersebut dikarenakan banyak sudah warga yang memiliki utilitas jaringan gas rumah tangga.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Pertamina ataupun Kementerian ESDM terkait kelangkaan gas ukuran tiga kilogram tersebut.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas