Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bikin Panas! Ini Pengakuan Sopir Angkot yang Tabrak Driver GrabBike hingga Koma

Tangannya terborgol. Mulutnya ditutupi masker. Tubuh tersangka penabrak pengemudi ojek online itu terlihat gemetaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Bikin Panas! Ini Pengakuan Sopir Angkot yang Tabrak Driver GrabBike hingga Koma
KOMPAS IMAGES
Sopir angkot sekaligus tersangka penabrak driver GrabBike di Tangerang pada Rabu (8/3/2017), SBH (22), diamankan polisi pada Jumat (10/3/2017). 

Di depan wartawan, SBH mengungkapkan alasan mengapa dirinya nekat menabrak Jamil. Alasannya adalah karena dendam terhadap transportasi berbasis online.

Ia mengaku, penghasilannya sebagai sopir angkot anjlok sejak munculnya ojek online.

"Omzet saya berkurang semenjak ada ojek online. Biasa sehari dapat Rp 100.000, sekarang cuma Rp 40.000," kata SBH dengan wajah tertunduk.

Berkurangnya pendapatan membuat SBH kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

"Saya sudah 2 tahun jadi sopir tembak. Sudah punya anak istri," ujarnya.

Tak heran jika ia sudah lama merasa kesal kepada para pengemudi ojek online. Dendam yang membara akhirnya mendorongnya berbuat nekat.

Lelaki asal Lampung tersebut meluapkan emosinya dengan menabrak Jamil pada Rabu petang.

Rekomendasi Untuk Anda

Mau pulang kampung

Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Arlon Sitinjak menyatakan, perbuatan pelaku dilakukan secara sadar.

"Pelaku tidak dalam pengaruh alkohol. Dia dalam keadaan normal," katanya.

Jajarannya pun akan memeriksa apakah tersangka mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) saat melakukan pekerjaannya sebagai sopir.

Dijelaskan Arlon, sebelum menemukan SBH, polisi awalnya mendatangi tiap-tiap pangkalan sopir angkot R03, setelah terjadi penabrakan. Beberapa sopir pun dimintai keterangan.

"Kami awalnya mendatangi tongkrongan para sopir. Dilakukan penyelidikan siapa pelaku yang melakukan penabrakan terhadap pengemudi ojek online ini," ujar Arlon saat berbincang dengan Warta Kota di Mapolrestro Tangerang, Jumat (10/3).

Arlon mengungkapkan, awalnya cukup sulit mengidentifikasi tersangka. Semua sopir bungkam.

Arlon pun kemudian memeriksa pihak-pihak yang mempunyai angkot trayek Pasar Anyar-Serpong. Alhasil penyelidikan berbuah manis.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas