Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Saksi Ahli: Ahok Tidak Menyebut Surat Almaidah Berbohong

Saya tidak sependapat karena ada kata 'pakai' yang bisa diartikan menggunakan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Saksi Ahli: Ahok Tidak Menyebut Surat Almaidah Berbohong
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama yang digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2/2017). Dalam sidang lanjutan tersebut beragenda mendengarkan dua orang daksi ahli yaitu Rizieq Shihab sebagai Ahli Agama dan Abdul Chair Ramadhan sebagai Ahli Hukum Pidana. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli linguistik Universitas Indonesia Rahayu Sutiarti Hidayat menegaskan tidak ada ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengatakan Surat Almaidah 51 berbohong saat berpidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, September 2016.

Rahayu mengatakan dirinya tidak sepakat karena Basuki mengatakan 'dibohongi pakai Almaidah..'. Berdasarkan keahliannya, Rahayu menjelaskan maksud perkataan Basuki tersebut dalam kalimat baku adalah 'dibohongi menggunakan Surat Almadiah..'.

"Saya tidak sependapat karena ada kata 'pakai' yang bisa diartikan menggunakan. Jadi surat Al Maidah itu tidak berbohong apalagi itu ayat dalam Al Quran jadi tidak mungkin berbohong. Dia hanya digunakan alat untuk membohongi," kata Rahayu saat memberikan kesaksian saat sidang terdakwa Basuki di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Menurut Rahayu, akan menjadi berbeda apabila Basuki dalam ucapannya menggunakan kata 'merujuk' yang berarti menjadikan Surat Almaidah sebagai sumber.

Faktanya, kata dia, Basuki menggunakan kata pakai.

Lagipula, Rahayu menilai pidato Ahok yang berdurasi sekitar 1 jam 40 menit itu berbicara mengenai program perikanan.

"Intinya sebenarnya dalam analisis saya adalah program perikanan penyelenggaran perikanan," kata Rahayu.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas