Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Isu Intoleransi Dinilai Menguntungkan Anies-Sandi di Pilgub DKI

Direktur Populi Center, Usep S Ahyar mencontohkan, politik identitas semisal Anies dan Sandi yang merangkul Front Pembela Islam (FPI).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Isu Intoleransi Dinilai Menguntungkan Anies-Sandi di Pilgub DKI
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendatangi gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Kedatangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga tersebut ke KPK untuk melaporkan perubahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Sandiaga Uno. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu intoleransi dan politik identitas pada Pemilihan Kepala DKI Jakarta menguntungkan pasangan calon nomor tiga, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno.

Direktur Populi Center, Usep S Ahyar mencontohkan, politik identitas semisal Anies dan Sandi yang merangkul Front Pembela Islam (FPI).

"Misalnya, mereka merangkul FPI. Walaupun dalam konteks pemikiran, saya (Anies-Sandi) tidak anti dengan mulitikultur, tapi jika menguntungkan, itu diambil," ujar Usep di kantor Setara Institute, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Baca: Ikatan Warga Minang Jakarta Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Sandi

Usep menjelaskan, Anies dan Sandi bisa memanfaatkan arena politiknya  dalam hal ini yang dimaksud adalah situasi DKI.

Sejumlah elemen menentang calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga melakukan penistaan agama.

"Dalam arena politik sekarang, lawan politik paslon nomor 3 mudah diserang, maka akan mengguntungkan. Jadi yang mayoritas hari ini terjadi, lebih menguntungkan paslon nomor 3 ini," ujar Usep.

Rekomendasi Untuk Anda

Contoh kasus intoleran yang terjadi saat Pilkada DKI, yakni isu penolakan menyalati jenazah nenek Hindun.

Hindun memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat saat Pilkada DKI putaran pertama.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas