Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanda-tanda Sebelum Hujan Es Turun Menurut BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gejala hujan es bisa dirasakan masyarakat Indonesia satu hari sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tanda-tanda Sebelum Hujan Es Turun Menurut BMKG
Tribunnews.com/ Adi Suhendi
Ilustrasi Hujan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adiatmaputra Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gejala hujan es bisa dirasakan masyarakat Indonesia satu hari sebelumnya.

Hal yang paling dirasakan adalah hawa panas menyelimuti selama satu hari sebelum hujan es turun.

"Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah," ujar Kepala Humas BMKG Harry Tirto, Selasa (28/3/2017).

Harry menjelaskan udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat.

Hal ini ditunjukkan dengan nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C).

Baca: Begini Penjelasan BMKG Soal Fenomena Hujan Es di Wilayah Jabodetabek

Rekomendasi Untuk Anda

"Hal ini disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb," kata Harry.

Harry memaparkan sejak pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis–lapis).

Diantara awan tersebut, Harry menyebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu–abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

"Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu–abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus)," jelas Harry.

Pada saat hawa dingin terasa, Harry mengatakan ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat berdiri.

"Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba–tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," kata Harry.

Harry menambahkan jika 1 sampai 3 hari berturut–turut tidak ada hujan pada musim transisi atau pancaroba atau penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat.

"Hujan pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," kata Harry.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas