Djarot Tanggapi Ketidakhadiran Anies-Sandi dalam Acara Rosi
Namun ia kemudian menyayangkan fakta yang terjadi karena paslon 3 tidak hadir.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI petahana Djarot Saiful Hidayat menanggapi ketidakhadiran pasangan cagub dan cawagub DKI lainnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada acara yang digelar Kompas TV 'Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta', malam tadi.
Ia menjelaskan, acara yang awalnya direncanakan sebagai debat antar kandidat tersebut, terpaksa harus diubah formatnya lantaran absennya pasangan calon (paslon) nomor urut 3 itu.
Mantan Wali Kota Blitar itu menambahkan, dirinya tidak mengukur besarnya keuntungan maupun kerugian dalam acara yang turut dihadiri oleh pasangan cagubnya petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut.
"Kalau begitu nggak ada kita ngomong tentang untung ruginya, jadi ya sudah, karena diundang (Kompas TV) formatnya seperti itu kami dateng aja," ujar Djarot, saat ditemui usai meninjau Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (3/4/2017).
Djarot mengaku sempat mendengar informasi bahwa format acara harus diubah untuk menyesuaikan ketidakhadiran paslon pesaingnya tersebut.
Politisi PDI Perjuangan itu pun tidak mempermasalahkan perubahan format pada menit-menit terakhir jelang dimulainya acara.
"Saya sempat dapat info bahwa formatnya mau diubah, debat antar cawagub, dan saya sudah menyampaikan 'baik, boleh saja'," kata Djarot.
Menurutnya, acara tersebut seharusnya dihelat untuk mengadu gagasan serta program yang dicanangkan antar paslon.
"Orang itu kan adu gagasan, pemikiran, kemudian penajaman visi misi program, baik saja ya," ujar Djarot.
Namun ia kemudian menyayangkan fakta yang terjadi karena paslon 3 tidak hadir.
Ia dan Ahok pun terpaksa menghadiri acara yang pada akhirnya diubah formatnya menjadi talk show.
Kendati demikian, Djarot bersyukur, acara yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi itu, bisa melatih Ahok untuk lebih 'pintar' dalam membawakan program 'Ahok Show'.
"Tapi kenyataannya nggak, ya nggak apa-apa, jadi talk show, hitung-hitung latihan untuk Pak Ahok, (untuk program) Ahok Show gitu ya," kata Djarot.