Tribun

Pilgub DKI Jakarta

Djarot Sayangkan Politisasi SARA yang Marak di Pilkada DKI

Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa memang elektabilitas tidak sebading dengan tingkat kepuasan kinerja Ahok-Djarot.

Editor: Malvyandie Haryadi
Djarot Sayangkan Politisasi SARA yang Marak di Pilkada DKI
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat usai meninjau Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (3/4/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elektabilas pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI nomor urut dua berbanding terbalik dengan tingkat kepuasan pada putaran kedua.

Hal tersebut dikatakan Djarot usai Rosiana Silalahi di acara Rosi Kompas TV menanyakan mengapa hasil Pilkada DKI putaran pertama tidak sejalan degan hasil survei bahwa mayoritas warga puas dengan kinerja Ahok-Djarot.

Menanggapi hal tersebut Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa memang elektabilitas tidak sebading dengan tingkat kepuasan kinerja Ahok-Djarot.

Hal tersebut akibat adanya polemik yang terjadi pada pilgub.

“Apa saya harus menjawab terus terang kenapa elektabilitas tidak sebanding akan tingkat kepuasan Basuki-Djarot, putaran pertama kami menang 43 persen, mohon maaf, itu karena politisasi persoalan SARA. Sehingga ada ketakutan dari warga yang enggan memilih Basuki-Djarot,” katanya seperti dikutip Warta Kota, Minggu 2 April 2017.

Untuk itu Djarot mengingatkan bahwa saat ini pihaknya sedang mencari pemimpin pemerintahan.

“Makanya saya ingatkan, kita memilih pemimpin pemerintahan bukan (pemimpin) agama,” katanya.

Sedangkan isu kedua adalah mengenai penggusuran, karena banyak masyarakat yang menilai bahwa Ahok-Djarot tukang gusur.

“Saat saya masuk permukiman, pertanyaannya selalu Pak di sini jangan digusur. Dua isu ini selalu kami terima,” kata Djarot.

Ketika Rosi menanyakan kepada pasangan nomor urut dua ini, dari kedua isu tersebut mana paling membuatnya turun

“Jujur masalah agama, itu yang membuatnya turun,” katanya. (Warta Kota)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas