Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

PWNU Jakarta: Memilih Pemimpin Muslim Sesuai Muktamar Lirboyo

Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun mengingatkan warga Nahdliyin memilih pemimpin Muslim hukumnya wajib.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Y Gustaman
zoom-in PWNU Jakarta: Memilih Pemimpin Muslim Sesuai Muktamar Lirboyo
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta dan PCNU se-DKI Jakarta menggelar silaturahmi akbar di kantor PWNU DKI Jakarta, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (15/4/2017). TRIBUNNEWS.COM/TAUFIK ISMAIL 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun mengingatkan warga Nahdliyin memilih pemimpin Muslim hukumnya wajib.

"Hari ini kami ingin kembali mengingatkan kepada kaum Nahdliyyin di Jakarta bahwa memilih pemimpin Muslim hukumnya wajib," seru Kiai Mahfudz di kantor PWNU DKI Jakarta, Sabtu (15/4/2017).

Dikatakan Kiai Mahfudz, seruan memilih pemimpin Muslim sudah menjadi ketetapan Mukatamar ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, November 1999.

"Kami tidak mau neko-neko. Kami sami'na waato'na dengan keputusan dan ketetapan yang disepakati para kiai syuriyah dan Kiai-kiai sepuh seluruh Indonesia. Ini harus menjadi keputusan bagi warga NU," Kiai Mahfudz menegaskan.

Salah satu poin keputusan Muktamar Lirboyo adalah orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non-Islam kecuali dalam keadaan darurat.

"Apakah hari ini ada alasan darurat tentu tidak! Jadi, inilah yang harus menjadi panduan yang terbaik bagi NU dan umat. Keputusan bahtsul masail, bahwa memilih Muslim adalah wajib," tegas Kiai Mahfudz.

Rekomendasi Untuk Anda

Sosialisasi panduan memilih pemimpin sengaja digelar di ujung masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta agar menjaga suasana ibu kota tetap kondusif.

Meski secara struktur tidak berpolitik praktis, warga NU harus diarahkan dan diberi pilihan ke mana seharusnya memilih pemimpin mereka.

Dalam silaturahmi akbar ulama dan kiai NU di kantor PWNU DKI, turut hadir calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kita sudah berbicara cukup intensif. Kami percaya Jakarta ini membutuhkan solusi berkeadilan karena ikhtiar ini adalah ikhtiar untuk mengembalikan keadilan di Jakarta," ujar Anies.

Warga Nahdliyin diakui Anies jumlahnya sangat besar di Indonesia dan Jakarta. Namun perhatian terhadap warga Nahdiyin sekarang ini masih terasa kurang.

"Kami ingin membantu ke depan terus bekerjasama dan memastikan di Jakarta suasana damai dan adil," Anies menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas