Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

MUI Ajak Semua Pihak Untuk Ikut Mensukseskan Pilkada DKI

"MUI mengajak kepada semua pihak untuk ikut menciptakan suasana yang sejuk, aman dan kondusif dalam mengikuti pemilukada putaran kedua di DKI

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in MUI Ajak Semua Pihak Untuk Ikut Mensukseskan Pilkada DKI
Repro/KompasTV
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberi pembekalan pengamanan Pilkada DKI Jakarta kepada ribuan personel TNI-Polri di Enconvention, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang pencoblosannya digelar besok, Rabu (18/4/2017), harus sukses diselenggarakan.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau agar semua pihak mendukung acara tersebut.

"MUI mengajak kepada semua pihak untuk ikut menciptakan suasana yang sejuk, aman dan kondusif dalam mengikuti pemilukada putaran kedua di DKI," ujarnya seperti dikutip Tribunnews.com dari siaran resmi MUI.

Dengan Pilkada yang berlangsung aman dan damai, maka warga bisa menggunakan hak pilihnya, sehingga proses demokrasi bisa berjalan dengan baik di Jakarta.

Walaupub pilihan berbeda, MUI mengimbau agar semangat persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa harus tetap terjaga dan terpelihara.

"Tidak boleh gara-gara pilkada eksistensi NKRI terancam, semuanya harus meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan kelompok dan golongan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Para kandidat paslon sudah menyampaikan pesan moral untuk siap menang dan siap kalah," ujarnya.

Kepada aparat penyelenggara pemilu baik itu KPUD, BAWASLU, KPPS dan PPS diminta untuk bertindak secara netral dan terbebas dari kepentingan politik apa pun sehingga pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Jangan sekali-kali bertindak tidak jujur dan adil karena pertaruhannya sangat mahal bagi kelangsungan hidup berbangsa dan pembangunan kualitas demokrasi kita," katanya.

"Kepada semua pihak dimohon untuk bisa menahan diri dan tidak melakukan praktik-praktik yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi di Jakarta," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas