Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal Ical, Titiek Soeharto: Masak Gara-gara Pilkada Harus Munaslub

Titiek mengatakan pilihannya mendukung Anies-Sandi karena faktor agama serta kepribadian pasangan nomor tiga itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Soal Ical, Titiek Soeharto: Masak Gara-gara Pilkada Harus Munaslub
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman (kedua kanan), Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kanan), Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ketiga kanan) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor Urut Tiga tersebut unggul dalam hitung cepat (quick count) Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Siti Hediati Hariyadi menilai kehadiran Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie saat pertemuan Anies-Sandi tak perlu dipersoalkan.

Perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto itu mengatakan perbedaan pilihan di internal partai merupakan hal yang biasa.

"Dulu waktu Pak Ical jadi ketum, waktu pilpres banyak yang berbeda pilihan, enggak usah dievaluasi saja titik," kata Titiek Soeharto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Titiek lalu mengingatkan saat pemilihan presiden 2014 dimana suara Golkar terbelah.

Sebagian kader memilih pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Padahal Partai Golkar mengusung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

"Pak Agung kan dulu apa kan elit juga. Masak gara-gara pilkada harus munaslub. Ternyata di DKI, elitnya milih siapa tapi mayoritas dibawah, sebagai partai harus melihat kebutuhan masyarakat apa," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Titiek mengatakan hasil Pilkada DKI Jakarta merupakan kemenangan rakyat.

Terlebih, proses Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berjalan setelah kampanye berbulan-bulan.

"Di satu arisan keluarga bisa berantem karena pilihan berbeda-beda kni sudah selesai, rakyat menentukan pilihannya semoga diterima semua pihak. Pemenangnya bisa memenuhi keinginan warga dan tidak mengecewakan," kata Titiek.

Titiek mengatakan pilihannya mendukung Anies-Sandi karena faktor agama serta kepribadian pasangan nomor tiga itu.

"Saya memutuskan paslon itu dan juga dari dilihat performance tutur kata, saya sebagai orang timur menentukan pilihan kepada paslon tiga," kata Titiek.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas