Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Sketsa Terduga Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Berwajah 'Baru'

"Tiga sketsa, tidak mirip dengan Hasan, Mukhlis dan AL. Enggak ada yang mirip. Wajah baru,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tiga Sketsa Terduga Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Berwajah 'Baru'
TRIBUN/HO
Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) yang juga keluarga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kanan) menjenguk Novel di RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi telah membuat tiga sketsa berdasarkan keterangan tiga saksi dalam kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan tiga sketsa yang dibuat berdasar keterangan saksi memiliki wajah berbeda.

Terutama dengan empat orang terduga pelaku yang pernah dimintai keterangan oleh polisi.

Mereka adalah Mukhlis, Hasan, Ahmad Lestaluhu, dan Niko Panji Tirtayasa.

Polisi mendapati tiga wajah 'baru' dari keterangan tiga orang saksi.

Baca: Polisi Akan Kembali Gali Keterangan Dari Novel Baswedan Di Singapura

Rekomendasi Untuk Anda

"Tiga sketsa, tidak mirip dengan Hasan, Mukhlis dan AL. Enggak ada yang mirip. Wajah baru," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017).

Polisi telah memeriksa sekitar 59 saksi dalam kasus penyerangan terhadap Novel.

Tiga saksi mengaku melihat gerak-gerik orang mencurigakan di sekitar rumah Novel Baswedan dan Masjid tempat Novel salat subuh, sebelum peristiwa penyerangan terjadi pada 11 April 2017 lalu.

Dua di antara saksi itu, merupakan tetangga Novel yakni Yono dan Eko Julianto.

Saksi pertama melihat orang mencurigakan di jembatan rumah Novel.

Saksi kedua di tempat wudhu Masjid yang digunakan Novel salat Subuh sebelum peristiwa di Masjid Jami Ah-Ihsan.

Saksi ketiga melihat orang mencurigakan duduk di motor, dekat lokasi kejadian.

Sementara ini, ucap Argo, polisi telah memperlihatkan ketiga sketsa yang dibuat penyidik kepada tim internal KPK.

Tim KPK yang menempel tim penyidik kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Kita sudah sharing sketsa wajah yang kita buat ke KPK. Sudah kita perlihatkan," ujar Argo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas