Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gunakan Teknologi Baru Anggaran LRT Jabodebek Membengkak

Penambahan tersebut terkait dengan peningkatan teknologi yang disebut dengan Moving Block.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gunakan Teknologi Baru Anggaran LRT Jabodebek Membengkak
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT) fase A koridor 1 (Velodrome-Kelapa Gading) terus digenjot guna memenuhi transportasi massa yang aman dan nyaman, Sabtu (8/7/2017). Pembangunan LRT sejauh 5,8 km ini dikerjakan dalam enam section. Saat ini, pembangunan telah mencapai 10,79 persen, progres tersebut termasuk konstruksi utama yang mulai dikerjakan sejak Januari 2017. Proyek pembangunan ini menelan biaya sebesar Rp 5 triliun, yang juga dipergunakan untuk mengakomodasi pagelaran Asian Games 2018 mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billly

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggaran pembangunan Jakarta Light Rail Transit (Jakarta LRT) akan bertambah.

Diperkirakan anggaran akan bertambah Rp. 200 sampai Rp. 300 miliar menjadi Rp. 22 Triliun dari total anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp. 21,7 Triliun.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi  Karya usai menggelar rapat koordinasi (rakor) LRT di kantor kementerian koordinator bidang kemaritiman (Menkomaritim), Rabu (12/7/2017).

"Total tambahan paling Rp. 200-300 miliar," ungkap Budi Karya pada kesempatan tersebut.

Penambahan tersebut terkait dengan peningkatan teknologi yang disebut dengan Moving Block.

Teknologi ini akan mengatur ketepatan waktu tiba dan berangkat kereta.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan teknologi itu target penumpang pun diharapkan meningkat dari target sebelumnya 270 ribu penumpang menjadi 500 ribu penumpang.

"Penumpangnya bisa mendekati 500 ribu perhari sedangkan pakai fixed cuma 270 ribu per hari. Maka itu saya langsung setuju," ucap Budi Karya.

"Nah ini ada kenaikan lagi biayanya tapi ada kenaikan spesifikasi juga. Karena kita ingin headwaynya lebih pendek. Dari yang tadinya 5 menit jadi bisa 1 menit," papar Budi Karya.

Meski menambah teknologi namun Budi Karya memastikan waktu pengoperasian LRT tetap sesuai target yakni tahun 2019.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas