Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Djarot Minta Pelajar Pelaku Bullying Dikembalikan ke Orangtua

Mantan Wali Kota Blitar ini juga meminta pada setiap orangtua untuk bisa memberikan perhatian khusus pada anak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Djarot Minta Pelajar Pelaku Bullying Dikembalikan ke Orangtua
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, meminta agar pelajar yang menjadi pelaku bullying yang viral di media sosial beberapa hari belakangan dikeluarkan dari sekolah.

Djarot berharap dengan sanksi yang diberikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada pelaku bullying nanti, dapat membuat efek jera.

"Kembalikan saja ke orangtua sebagai penanggung jawab. Ini kan pembelajaran bagi siswa-siswa yang lain. Jadi jangan main-main, jangan coba-coba lakukan bullying, karena semua didata," kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Mantan Wali Kota Blitar ini juga meminta pada setiap orangtua untuk bisa memberikan perhatian khusus pada anak.

"Untuk orangtua untuk ikut terlibat lah, ikut mengawasi pendidikan anaknya. Jadi bukan hanya tanggungjawab sekolah, orangtua juga. Karena dasar utama pendidikan itu ada di keluarga," kata Djarot.

Diberitakan sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Mustakim membenarkan terkait kejadian perundungan atau bullying siswi SMP yang tersebar viral di media sosial.

"Itu benar ada kejadian bullying kepada seorang remaja perempuan pada hari Jumat 14 Juli 2017 jam 13.30 di lantai 3A di Thamrin City," ujar Mustakim di Mapolsek Metro Tanah Abang.

Rekomendasi Untuk Anda

Mustakim menambahkan bahwa kejadian tersebut berawal lantaran terjadi cekcok mulut antara korban yang berinisial SB dengan seorang pelaku.

Keesokan harinya, korban pun dihadang lalu dibawa ke lokasi tersebut.

"Awal mulanya antara korban cekcok mulut sama salah satu terduga pelaku yang cewek. Di hari berikutnya korban dihadang di dekat sekolah dan disuruh datang ke Thamrin City, lalu di sana sudah ada teman-teman pelaku yang nunggu, lalu dilakukan perbuatan dengan kekerasan seperti itu, ada laki-laki dan perempuan yang melakukannya," katanya.

Ia juga mengatakan, terkait kasus ini pihak keluarga korban sudah melakukan pelaporan dan visum.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas