Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Inilah Detik-detik Menegangkan Sebelum MA Dibakar Massa

Rojali mencurigai MA mencuri amplifier lantaran dialah orang terakhir yang meninggalkan mushala

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Inilah Detik-detik Menegangkan Sebelum MA Dibakar Massa
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Tim dokter Labfor Mabes Polri saat melakukan autopsi terhadap jenazah korban dibakar di Bekasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi menyatakan marbot Mushala Al-Hidayah bernama Rojali mengejar MA setelah mengetahui amplifier di tempat ibadah itu raib.

Rojali mencurigai MA mencuri amplifier lantaran dialah orang terakhir yang meninggalkan mushala di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu.

"Rojali ini marbot yang memergoki peristiwa itu tetapi bukan memergoki saat diambil ya, tetapi ketika dicurigai si MA yang ambil," kata Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/8/2017).

Saat mengetahui amplifier hilang, lanjut Asep, Rojali langsung mengejar MA. Dia mengejar MA hingga jarak sekitar empat kilometer.

"Dia (Rojali) berhasil menghentikan MA, tapi tidak digubris. MA kemudian tetap mengencangkan gas (sepeda motor)-nya, tapi di perempatan dia terjatuh kembali" kata Asep. 

Ketika melihat MA kembali terjatuh, Rojali langsung meringkusnya. Dia menggeledah tas milik MA dan menemukan ada tiga unit amplifier. Salah satu amplifier tersebut, menurut Rojali merupakan milik Mushola Al-Hidayah.

Hal tersebut diyakini lantaran ada kotoran burung di amplifier itu persis seperti amplifier di Mushola Al-Hidayah. Di saat Rojali sibuk memeriksa amplifier, MA kembali melarikan diri.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, tak beberapa jauh dia diringkus oleh massa yang mendengar adanya teriakan maling.

"Kemudian di situlah peristiwa pengeroyokan terjadi. Rojali sempat berteriak, 'Ini bukan maling motor, tapi maling ampli'" kata Asep.

Baca: KPK Tetapkan Ketua DPRD Malang Jadi Tersangka

Massa yang sudah tersulut emosinya tak mendengar teriakan Rojali. Massa justru makin beringas memukuli MA.

MA sempat mencium kaki Rojali untuk meminta maaf. Saat melihat tindakan MA, hati Rojali iba dan meminta massa menghentikan aksi kekerasan tersebut. Namun, massa tetap beringas dan akhirnya membakar MA hidup-hidup.

Dalam kasus pembakarannya sendiri polisi telah menangkap lima pelaku, yakni SU (40), NA (39), AL (18), KR (55) dan SD (27). Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(Akhdi Martin Pratama)

Berita ini tayang di Kompas.com dengan judul: Detik-Detik Sebelum MA Dibakar Massa

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas