Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Miliki 10 Butir Peluru Ilegal, Bos First Travel Terancam Hukuman Mati

Dalam pengembangan tersebut, polisi juga menemukan 10 butir peluru tajam bersama dengan sembilan pucuk airsoft gun

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Miliki 10 Butir Peluru Ilegal, Bos First Travel Terancam Hukuman Mati
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan tersangka saat gelar perkara kasus penipuan PT FIrst Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8/2018). Bareskrim Polri menetapkan tiga orang tersangka yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari, dan Siti Nuraidah Hasibuan terkait kasus penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umroh yang dilakukan PT First Travel yang kerugiannya mencapai Rp 848 Miliar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim melakukan pengembangan terhadap kasus yang menjerat pemilik perusahaan penyedia jasa perjalanan umroh First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari serta Siti Nuraida alias Kiki.

Dalam pengembangan tersebut, polisi juga menemukan 10 butir peluru tajam bersama dengan sembilan pucuk airsoft gun di rumah Andika, Sentul City, Bogor pada Selasa (15/8/2017) malam.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengungkapkan bahwa Andika tidak memiliki izin kepemilikan terhadap 10 peluru ini.

"Ini dia tidak memiliki izin. Kepemilikan peluru ini bisa kasus baru. Bisa kenakan pelanggaran Undang-Undang Darurat," ungkap Setyo.

Atas kepemilikan 10 butir peluru ilegal ini, Andika bisa dikenakan hukuman mati.

Atas kepemilikan tersebut, pelaku dapat dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang mengatur bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Meski dapat dijerat dengan hukuman tersebut, namun Setyo mengungkapkan bahwa pihaknya fokus ke kasus yang menyangkut kepentingan jamaahm

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi ini belakangan fokus ke First Travel dulu karena jamaahnya banyak," kata Setyo.

Baca: Ahmad Dhani: Saya Terpanggil Membela yang Benar Bukan Membela yang Bayar

Sebelumnya penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menggeledah rumah megah milik tersangka penipuan dan penggelepan First Travel, Andika Surachman-Anniesa Hasibuan di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/8/2017) malam.

Petugas menemukan 47 buku tabungan hingga 9 pucuk airsoft gun laras panjang di dalam rumah megah seluas lebih 600 meter persegi tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas