Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Karyawati BUMN Jadi Korban Perkosaan dan Perampokan Saat Ortunya Berangkat Haji

Saat ini korban masih menjalani visum di Rs Polri Kramatjati untuk memastikan adanya kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dialami korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Karyawati BUMN Jadi Korban Perkosaan dan Perampokan Saat Ortunya Berangkat Haji
Warta Kota
Pelaku pemerkosaan sekaligus perampok dengan modus tawaran menjadi model fotografi di Kota Bekasi, ditangkap polisi pada Selasa (15/7) pukul 17.30. Tersangka DF (28) telah menggagahi FK (23), ibu rumah tangga di salah satu hotel di Kota Bekasi. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Seorang karyawati di perusahaan BUMN disatroni perampok dan diperkosa, di rumahnya di kawasan Perumahan Jatiraya di Sukamaju, Cilodong, KOta Depok, Kamis (24/8/2017) dinihari sekira pukul 01.00.

Pelaku yang diduga seorang diri menggasak dua HP Samsung serta uang tunai Rp 1 Juta milik korban, D (27).

Wakapolsek Sukmajaya AKP Syah Johan, menuturkan saat kejadian D seorang diri di rumahnya, karena kedua orangtuanya tengah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

"Korban di rumah seorang diri, karena kedua orangtuanya sedang ibadah haji," kata Johan, Kamis.

Menurutnya dari laporan korban, peristiwa itu terjadi saat korban tengah tidur di kamarnya dengan lampu mati.

"Korban tiba-tiba terbangun karena kaget dan sudah ada pelaku di dekatnya sambil memegang pisau. Lalu pelaku mengancam membunuh korban jika berteriak," katanya, Kamis (24/8/2017).

Dibawah ancaman pelaku yang menghunuskan pisau, korban lalu diikat kedua tangannya. Kemudian pelaku memperkosa korban.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setelah itu pelaku mengambil barang berharga dan uang tunai milik korban," katanya.

Ada dua HP samsung dan uang tunai Rp 1 Juta, yang digasak pelaku. Usai menggasak barang berharga korban, pelaku kabur.

Dari hasil pemeriksaan kata Johan, pelaku diketahui masuk ke rumah korban melalui pintu depan dengan cara mencongkelnya. Lewat pintu itu pulalah, pelaku kabur usai merampok dan memperkosa korban.

"Hasil pemeriksaan sementara, diduga pelakunya satu orang. Namun masih kami dalami dan kembangkan lagi," kata Johan.

Menurut Johan, saat ini korban masih menjalani visum di Rs Polri Kramatjati untuk memastikan adanya kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dialami korban. Hasil visum akan diketahui paling lambat tiga hari.

Penulis: Budi Sam Law Malau

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas