Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pabrik Petasan Terbakar

Ibunya Ikut Jadi Korban, Opick Bingung Ayahnya Menangis di Depan Peti Jenazah

Julianah adalah satu dari empat jenazah korban kebakaran PT Panca yang teridentifikasi dan diserahkan oleh tim DVI Polri

Ibunya Ikut Jadi Korban, Opick Bingung Ayahnya Menangis di Depan Peti Jenazah
nur ichsan/wartakota/wartakota
OLAH TKP MELEDAKNYA PABRIK PETASAN - Kapolres Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, memimpin olah TKP Lanjutan bersama Tim DVI Mabes Polri dan Dokpol Polda Metro Jaya, di lokasi pabrik petasan yang terbakar,Senin (30/10). Olah TKP lanjutan dengan menyisir lokasi asal mula penyebab kebakaran ini untuk mencari kemungkinan masih ada jenazah korban yang belum ditemukan yang tertimbun reruntuhan bangunan. Pada kesempatan itu polisi masih menemukan sisa serpihan kerangka para korban diantara reruntuhan bangunan yang hangus terbakar. Sementara itu di lokasi kejadian puluhan karangan bunga ucapan duka cita dari berbagai kalangan berjejer di muka pabrik, dan warga yang penasaran terus berdatangan untuk melihat dari dekat lokasi kejadian. WARTA KOTA/Nur Ichsan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Opick, anak enam tahun itu hanya bisa terdiam memandangi ayahnya, Bayong (30), dan neneknya, Suriah (38), yang tengah menangis tertunduk di depan peti jenazah di kamar janazah RS Polri, Kramat Jati, Rabu (1/11/2017) petang.

Peti tersebut berisi jenazah ibunda Opick, Julianah (23). Ia menjadi satu dari 48 jenazah korban kebakaran PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10) lalu.

Sore itu di depan kamar jenazah, Bayong dan ibu mertuanya, Suriah, mengikuti prosesi serah terima jenazah serta doa yang dipimpin oleh tim DVI Polri.

Keduanya tampak terus terisak saat menengadah kedua tangannya di tengah pembacaan doa untuk almarhumah Julianah. Sesekali keduanya menyeka air di matanya yang telah memerah.

"Amin.. Amin..," ucap Bayong dengan terisak di depan peti jenazah istrinya.

Opick yang masih anak-anak terlihat terus memandangi ayah dan neneknya yang terus menangis di depan jenazah Julainah.

Ia juga sesekali kebingungan dengan banyaknya awak media yang meliput prosesi serah terima jenazah itu.

Julianah adalah satu dari empat jenazah korban kebakaran PT Panca yang teridentifikasi dan diserahkan oleh tim DVI Polri kepada keluarga masing-masing pada Rabu kemarin.

Bayong menceritakan, anak tunggalnya, Opick yang masih berusia enam tahun itu belum mengetahui dan belum paham jika ibundanya telah meninggal akibat kebakaran di tempat kerjanya.

Baca: Anies Baswedan ke Pengelola Alexis: Hentikan Semua Kegiatan Prostitusi

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas