Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal Tanah Abang yang Semrawut , Sandiaga: Bukan Salah Pemerintah Sebelumnya

"Kemarin ini penataanya hanya melakukan pendekatan penertiban dan itu terulang kembali. Mungkin pada waktu itu cocok tapi kan dunia berkembang..."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Soal Tanah Abang yang Semrawut , Sandiaga: Bukan Salah Pemerintah Sebelumnya
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan tak ingin menyalahkan pemerintahan sebelumnya dalam pengentasaan preman di kawasan Tanah Abang.

Ia mengatakan sudah sejak lama permasalahan preman di Tanah Abang belum menemui jalan keluar.

Meski telah dilakukan penertiban dan penataan.

Baca: Arsul Sani: Komisi III Tanggapi Secara Proporsional Kasus Setya Novanto

"Itu terulang kembali dari gubernur ke gubernur sebelumnya sah sah saja bilang tanah abang ruwet dan tapi jangan menyalahkan Pemerintah sebelumnya," kata Sandiaga di Balai Irung, Balai Kota, Senin (20/11/2017).

Ia menjelaskan penertiban yang dilakukan sebelumnya penggunakan pendekatan penertiban.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, lanjut Sandi saat ini kondisi ruwetnya di kawasan Tanah Abang kembali terulang.

"Kemarin ini penataanya hanya melakukan pendekatan penertiban dan itu terulang kembali. Mungkin pada waktu itu cocok tapi kan dunia berkembang," ungkap Sandi.

Untuk itu, lanjut Sandi pemerintahannya kini ingin melakukan pendekatan dengan mencipatkan lapangan kerja.

"Sekarang karena setiap masa itu membutuhkan solusi tertentu, karena ekonominya dynamic dan lapangan pekerjaan ada pusat masalah kita, karena ini adalah permintaan warga yang diinginkan warga," ujar Sandiaga.

Ia optimis melalui pendekatan penciptaan lapangan kerja dapat menyelesaikan masalah preman di Tanah Abang

"Ini yang kita tangkap dari warga jakarta, dan kita jngin penataan yang solutif dan inovatif," ungkap Sandi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas