Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Puluhan Rumah di Pulau Panggang Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

"Saya kaget, suara apa itu bertebaran diatas. Saya tidak berani keluar rumah," ujarnya, Jumat (2/2/2018).

Puluhan Rumah di Pulau Panggang Rusak Dihantam Angin Puting Beliung
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Rumah warga di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara rusak akibat terjangan angin puting beliung, Jumat (02/02/2018) pukul 03.45 WIB. 

Laporan Reporter Warta Kota, Dwi Rizki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan rumah di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara rusak akibat terjangan angin puting beliung, pada Jumat (02/02/2018) pukul 03.45 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material bisa mencapai ratusan juta.

Eli Yanto Ketua RW 03, Pulau Panggang mengatakan, kejadian sekitar pukul 03.45 WIB, pas mau masuk waktu salat subuh. Dan dinihari itu memang hujan turun lebat disertai angin kencang dan suara guntur.

"Saya kaget, suara apa itu bertebaran diatas. Saya tidak berani keluar rumah," ujarnya, Jumat (2/2/2018).

20180202Kena Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Pulau Panggang Rusak1 (Warta Kota/Dwi Rizki)

Lebih lanjut Ia menjelaskan, ke esokan paginya warga banyak yang berlapor, tercatat ada sebanyak 21 rumah warga di RT06 dan 07, RW003 rusak diterjang angin puting beliung.

"Rata-rata kerusakan pada bagian atap rumah, banyak genteng dan asbesnya berterbangan. Infonya di RW 02 dan 01 juga di Pulau Pramuka ada yang kena," terangnya.

Baca: Acungkan Buku Paduan Suara ke Arah Jokowi, Ketua BEM UI Diusir Keluar Paspampres

Baca: DPR: Kaji Ulang Rencana Penerapan Ganjil-genap ‎di Tol Jakarta-Cikampek

Sementara itu, Teguh (38) Warga RT 06/03 yang rumahnya terkena angin puting beliung mengatakan, rumah saya yang parah mas, tembok retak, kayu kaso terangkat terbang bersama dengan puluhan asbes.

"Semoga pemerintah bisa membantu dengan cepat, Sehingga kami bisa tinggal dengan nyaman, tidak beratapkan langit malam," ujarnya.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas