15 Tahun Berdiri, CISC Menjadi Rumah Bagi Para Pasien Kanker
Terdapat 103 nama terdaftar di meja registrasi. Para peserta datang dari berbagai daerah
Editor:
Johnson Simanjuntak
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah bercat putih gading dan pagar hitam di Jalan Imam Bonjol No.51, Menteng, Jakarta Pusat itu terlihat lengang dari luar.
Ada 3 mobil dan 1 sepeda motor terparkir di halaman seluas kira-kira 5 x 10 m, dan seorang penjaga berjaga di pos keamanan.
Plang bertuliskan "Cancer Information & Support Center" (CISC) serta meja registrasi teroamoang di depan pintu masuk rumah.
Sabtu (10/3/2018) siang, CISC menggelar diskusi mengenai fasilitas dan layanan BPJS Kesehatan untuk pasien kanker. Acara ini mulai pukul 09.30 WIB hingga 13 00 WIB.
"Ini memang pertemuan rutin bulanan untuk menyediakan wadah bagi para survivor, anggota keluarga pasien kanker serta masyarakat umum untuk sharing. Bentuknya support group discussion," terang Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli kepada Tribunnews.com seusai acara diskusi.
Terdapat 103 nama terdaftar di meja registrasi. Para peserta datang dari berbagai daerah, seperti Bekasi, Pamulang, Depok dan Bogor. Di aula rumah yang cukup luas, mereka terlihat akrab berbincang dengan satu sama lain.
Diskusi ini menghadirkan Petugas BPJS Kesehatan dari RSK Dharmais, Dr. Ferdy Ramdan. Ia menjawab satu-persatu pertanyaan dan keluhan peserta. Peserta terlihat antusias mengangkat tangan dan berebut untuk bertanya.
"Baik, kita gantian. Mudah-mudahan terjawab semua kalau perlu sampai pukul 06.00 sore nanti," tuur Ferdy.
Yanthi menjelaskan acara diskusi seperti masih sangat dibutuhkan para pasien kanker mengingat layanan dan fasilitas RS terkadang tidak mampu menampung semua pertanyaan itu.
"CISC adakan acara seperti ini untuk beri dukungan moral, emosional dan sosial untuk mereka. Sampai saat ini masih banyak yang butuh info tentang BPJS Kesehatan. Semoga bisa menerangkan," kata Yanthi, yang juga survivor kanker payudara.
CISC berdiri sejak 4 April 2003. Selama 15 tahun, organisasi sukarela nirlaba ini aktif menjadi wadah untuk memberikan dukungan, pendampingan dan penyuluhan untuk masyarakat.
CISC didirikan oleh para penyintas kanker dimulai dari saling tukar informasi dan bersilaturahmi.
Saat ini, CISC sudah ada di Bandung, Semarang, Batam, Manado, serta Balikpapan. Termasuk Bogor, Bekasi, dan Kerawang.
"Sudah banyak teman kami yang meninggal. Di waktu bersamaan selalu ada anggota baru yang datang. Dengan prinsip kekeluargaan, kami ingin CISC jadi rumah bagi para pasien kanker. Ingatlah bahwa kalian tidak pernah sendirian," tutur Yanthi.