Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Miras Oplosan yang Tewaskan Hampir 100 Orang, Mengandung Zat Mematikan

Korban miras oplosan di wilayah Jakarta dan Bandung terus bertambah sejak Rabu (4/4/2018).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban miras oplosan di wilayah Jakarta dan Bandung terus bertambah sejak Rabu (4/4/2018).

Sebanyak hampir 100 orang meninggal dunia akibat miras oplosan tersebut.

Dilansir Tribun-Video.com dari Kompas.com, awalnya tiga orang dinyatakan meninggal di Jakarta Selatan.

Baca: Marc Marquez Hampir Saja Melakukan Semua Hal Dengan Keliru kata Andrea Dovizioso

Pedagang minuman berinisial RS pun dibekuk polisi di Jalan Haji Shibi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018) pagi.

Ia diduga menjual produk yang tak memiliki izin edar.

Tak disangka, kasus serupa terjadi di Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Jawa Barat dalam hari yang saling berdekatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Korban tewas pun terus bertambah dan beberapa orang masih dirawat di rumah sakit.

Jumlah korban meninggal hingga Selasa (10/4/2018) dikabarkan mencapai lebih dari 80 orang.

Jumlah tersebut bahkan dapat dipastikan akan terus bertambah.

Baca: Valentino Rossi dan Marc Marquez Memanas Begitu juga Pers Kedua Negara Ikut Panas

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyatakan miras oplosan dalam kasus ini rupanya mengandung methanol dan ethanol.

"Hasilnya sudah positif bahwa cairan mengandung methanol, itu yang memang mematikan pada tubuh korban," ujar Indra di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018) malam.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, autopsi, dan pemeriksaan toksikologi (penelitian kandungan racun) pada jasad korban tewas.

"Kalau ethanol itu hanya memabukkan, tapi yang methanolnya itu mematikan. Artinya, fungsi paru-paru, fungsi pernafasan, itu terganggu bahkan tak berfungsi sehingga menyebabkan yang bersangkutan mati lemas," kata Indra.

Baca: Pakar IT: Pengaruh Teknologi Kepada Moda Transportasi Daring Sangat Besar

Simak video di atas.(Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Sumber: Tribun Video
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas