Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemprov DKI Beli Puluhan Beko Ampibi dari Jepang

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, membeli puluhan alat berat, yakni berupa eskavator atau becho amphibi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja D

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, membeli puluhan alat berat, yakni berupa eskavator atau becho amphibi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2018. Pada tahap awal, sebanyak sepuluh unit amphibi asal Jepang telah tiba dan segera dioperasikan.

"Total alat berat amphibi ada sepuluh unit pada tahap pertama, empat amphibi besar dan enam amphibi kecil. Pembelian pakai APBD, anggarannya sebesar Rp 22 miliar untuk amphibi besar dan Rp 19 miliar untuk amphibi kecil," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Rudi Syahrul di kantor UPT Alkal Dinas SDA DKI Jakarta, Jalan Pondok Gede Raya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (20/4/2018).

Baca: Kader Partai Masih Yakin Lulung Tak akan Tinggalkan PPP

Becho amphibi berukuran besar yang memiliki kapasitas sebesar 30 ton dijelaskannya akan ditempatkan di sejumlah sungai aliran besar seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Kanal Banjir Timur (KBT), Kanal Banjir Barat (KBB) dan sungai lainnya. Sedangkan, becho amphibi berukuran kecil yakni berukuran 17 ton akan dioperasikan di aliran sungai kecil, setu serta embung.

Tujuannya agar mempercepat proses pengerukan serta normalisasi sungai dan waduk di seluruh DKI Jakarta. Walaupun diakuinya sedimentasi yang memicu pendangkalan sungai itu terus terjadi, khususnya sisi hilir aliran sungai besar yang bermuara ke wilayah Jakarta Utara, seperti yang terjadi di KBT kawasan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

Baca: 40 Tahun Menghilang, Kakek Ini Berhasil Ditemukan Keluarganya Berkat Youtube

"Dua unit, satu amphibi besar dan satu amphibi kecil kita segera kirim ke KBT untuk mengeruk sedimentasi di lokasi sand trap. Jadi total alat berat di sana ada enam, harapannya agar proses pengerukan berjalan cepat, ya walaupun sekarang bukan musim hujan," jelasnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas