Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dirut RSUD Tarakan: Penyebab Kematian Bocah di Monas Tercantum dalam Rekam Medis

MRS merupakan bocah yang diduga meninggal setelah terhimpit massa saat kegiatan bagi-bagi sembako yang digelar Forum Untukmu Indonesi

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dirut RSUD Tarakan: Penyebab Kematian Bocah di Monas Tercantum dalam Rekam Medis
WARTA KOTA
massa antre berjam-jam untuk mendapatkan sembako gratis di kawasan lapangan Monas, Sabtu (28/4/2018). Pembagian sembako ini diduga menyebabkan seorang bocah tewas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama RSUD Tarakan, dr Togi Asman Sinaga, menegaskan penyebab kematian MRS (10) di acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4) lalu, ada dalam rekam medis rumah sakitnya.

MRS merupakan bocah yang diduga meninggal setelah terhimpit massa saat kegiatan bagi-bagi sembako yang digelar Forum Untukmu Indonesia di kawasan Monumen Nasional, Sabtu (28/5/2018) pekan lalu.

"Ada di rekam medis kita. Kalau penyebabnya itu kan rahasia pak, itu di dokumen itu," ujar Togi, ketika dikonfirmasi, Sabtu (5/5/2018).

Baca: Demokrat Pecat Amin Santono dari Partai dan DPR

Togi menjelaskan jika biasanya dalam surat kematian, biasanya penyebab kematian tertulis. Namun, demikian ia enggan berkomentar lebih jauh mengenai hal itu.

Bila merujuk kepada Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam kedokteran, seharusnya ada pemberitahuan dari dokter melalui surat kematian.

"Mungkin secara itunya diberitahu, tapi tidak tertuliskan disitu, di surat kematian. Tapi biasanya dokter kasih tau pak, ada KIE-nya pak," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, pihak kepolisian sempat mendatangi RSUD Tarakan. Kedatangan polisi adalah guna memberikan surat permintaan kepada rumah sakit atas surat rekam medis MRS.

Togi pun mengonfirmasi bahwa surat permintaan kepolisian akan ditanggapi saat kantor buka yakni hari Senin (7/5) besok.

"Iya pak (ditanggapi). Bukan butuh waktu pak, tapi (menunggu) kantor buka dulu, kan kantor buka hari Senin," jelas dia.

Meski begitu, ia tidak bisa memastikan apakah pihaknya akan memberikan rekam medis MRS ke pihak kepolisian.

Namun melihat guna rekam medis untuk kepentingan penyelidikan, Togi mengungkap pihaknya akan merespons permintaan polisi.

"Ya kalau penyelidikan kita kan harus responin pak. Kan penyidik itu polisi," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas