Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiket Bus AKAP Mulai Diburu Pemudik

Berbagai jenis persiapan untuk pulang kampung pun dilakukan. Salah satunya menentukan tranportasi apa yang akan digunakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Tiket Bus AKAP Mulai Diburu Pemudik
TRIBUNNEWS.COM
Suasana di agen bus Pondok Pinang. Calon pemudik mulai terlihat membeli tiket untuk pulang ke kampung halaman. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Mudik lebaran kerap diidentikkan sebagai tradisi yang dilakukan masyarakat, khususnya masyarakat ibu kota. Berbagai jenis persiapan untuk pulang kampung pun dilakukan. Salah satunya menentukan tranportasi apa yang akan digunakan.

Irfan, salah satu penjual tiket bus patas AKAP (Antarkota Antarprovinsi) di Agen Bus Pondok Pinang saat ditemui mengungkapkan, penjualan tiket di loket PO (Perusahaan Organda) tempatnya bekerja masih dalam batas standar. "Kalau sekarang masih sedikit. Sudah ada sekitar 26 orang untuk berangkat tanggal 13 Juni, dan kebanyakan yang beli jurusan Jakarta-Sidareja," ujar Irfan, Senin (28/5/2018).

Hal berbeda dialami oleh PO lainnya, yakni PO Putera Mulya. Firman selaku pengurus di PO Putera Mulya mengatakan, penjualan tiket di Pondok Pinang mengalami kenaikan. "Sudah ada lebih dari 200 penumpang untuk keberangkatan mulai tanggal 7 sampai 15 Juni," ujarnya.

Dikatakan Firman, penjualan tiket di PO tempatnya bekerja dikhususkan untuk ke Wonogiri. Selain itu, harga yang ditetapkan pun tidak jauh berbeda dari harga tiket bus pada tahun sebelumnya, yakni sekitar 400 ribu untuk pemberangkatan tanggal 10 sampai 13 Juni 2018. "Tanggal segitu memang paling genting, bakalan ramai dan penuh juga," ujar Firman.

Pantauan di lapangan, dari 30 loket PO yang ada di Agen Bus Pondok Pinang, sudah ada 15-20 loket yang sudah dibuka. Sementara itu, hanya ada satu bus yang terparkir di sana.

Nuriawan, salah satu pemudik yang baru saja membeli tiket di tempat, berujar bahwa dirinya membeli tiket di pagi hari untuk menghindari habisnya jumlah tiket. "Kebetulan saya sama istri beli untuk ke Cilacap tanggal 14 Juni. Kalau beli nanti-nanti mungkin sudah ramai dan saya mungkin sudah enggak kebagian," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Nuriawan yang baru setahun tinggal di Jakarta ini berujar, memilih bus karena tiket kereta api yang sebelumnya ia rencanakan sudah habis. "Saya pilih naik bus karena ya tinggal ini saja. Tiket pesawat mahal, ini pun berdua sudah 660 ribu," pungkas lelaki asal Surabaya tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas