Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sandiaga Tegaskan Pengolahan Air Tinja Bukan Untuk Diminum

"Itu teknologi anak bangsa dari Sumatra Barat yang bisa mengolah air limbah rumah tangga, limbah rumah tangga ini diolah dari tadinya pekat jadi jerni

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sandiaga Tegaskan Pengolahan Air Tinja Bukan Untuk Diminum
Tribunnews.com/ Wahyu Firmansyah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi isu terkait pengolahan air tinja.

Sandiaga menjelaskan jika teknologi tersebut dibuat anak bangsa dari Sumatra Barat untuk mengolah air limbah rumah tangga menjadi jernih.

"Itu teknologi anak bangsa dari Sumatra Barat yang bisa mengolah air limbah rumah tangga, limbah rumah tangga ini diolah dari tadinya pekat jadi jernih," ujar Sandiaga di Masjid Raya Baitul Makmur, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Baca: Sumringahnya Raja Juli Antoni Setelah Bareskrim Terbitkan SP3 Kasus PSI

Sandi menegaskan air yang dihasilkan bisa dipakai untuk utilitas, bukan untuk diminum atau dipakai untuk kegiatan sehari-hari.

"Air tersebut adalah air yang bisa dipakai untuk utilitas, bukan untuk diminum atau dipakai untuk yang berkaitan dengan kegiatan kita sehari-hari, tapi bisa dipakai untuk menyiram tanaman, nyuci mobil, toilet flush, kegiatan utilitas kita sehari-hari," ujar Sandi.

Baca: Bareskrim Terbitkan SP3, Sekjen PSI: Keadilan Masih Bisa Ditegakkan di Negeri Ini

Sandi juga menargetkan 1000 lapangan perkerjaan dibuka dari pengolahan limbah rumah tangga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi yang menggembirakan bahwa kita bisa menciptakan hampir 1000 lapangan pekerjaan, kalau kita bisa mendapatkan 20 unit, kita mentargetkan 200 unit jadi sekitar 10 ribu lapangan kerja lahir dari pengelolaan limbah rumah tangga," katanya.

Baca: Amien Rais , Prabowo Subianto, dan Habib Rizieq Kemungkinan Akan Bertemu Saat Umrah

Terkait kehalalan air daur ulang tersebut, Sandiaga mengatakan harus ada sertifikasi dari MUI terlebih dahulu.

"Perlu ada sertifikasi dari MUI, dari ulama tentunya dan kita serahkan ke pihak yang berkompeten," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas