Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Sentral Makassar Bentangkan Spanduk

Ratusan pedagang Pasar Sentral Kota Makassar, menolak untuk direlokasi, Senin (3/9/2018) siang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ratusan pedagang Pasar Sentral Kota Makassar, menolak untuk direlokasi, Senin (3/9/2018) siang.

Penolakan diwujudkan dalam aksi pembentangan spanduk panjang.

Di spanduk tertulis, "Kami pedagang bersertifikat siap relokasi setelah harga 42.158 di SK-kan pada 2 Juli 2018, hasil rapat di rujab Walikota Makassar."

"Kami menolak untuk direlokasi kalau harga los tidak sesuai kesepakatan, kami juga butuh makan," kata salah seorang pedagang didepan Satpol PP dan polisi.

Baca: Kemarin Tembus Rp 15.029 per Dollar, Berikut Nilai Rupiah Hari Ini Berdasar Mesin Pencarian Google

Menurut pedagang yang enggan untuk dikutip namanya menyebutkan, mereka bisa saja pindah jika harga los di New Makassar Mal senilai Rp 42,158 juta.

"Kami sekarang bertahan karena SK hasil kesepakatan rapat di rujab belum juga keluar, seandainya sudah keluar kami akan pindah," kata para pedagang.

Selain meminta SK hasil rapat di rujab Walikota Makassar keluar, pedagang di Pasar Sentral juga menduga kuat ada permainan harga los dari para oknum.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada mafia ini, masa harga yang harus kita bayar itu seratus juta satu meter. Ini ada permainan, masa satu sentimeter itu kita membayar satu juta," ujar pedagang.

Aksi para pedagang ini dikawal oleh puluhan petugas Satpol PP Makassar, dibantu dengan Kepolisian dari Polsek Wajo, Mapolres Pelabuhan Makassar.

Baca: BREAKING NEWS - Hari Ini PSSI Panggil Pemain Senior untuk Bela Timnas Indonesia

Para pedagang terus meneriakan kata tolak relokasi, sambil membentangkan spanduk putih dengan panjang sekitar enam meter dan juga lebar satu meter.(*)

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas