Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jika Ditahan Hari Ini, Mantan Sekda Depok akan Ajukan Penangguhan Penahanan

Kuasa Hukum Harry Prihanto, Ahmar Ihsan Rangkuti, memastikan kliennya akan hadir memenuhi panggilan polisi, hari ini.

Jika Ditahan Hari Ini, Mantan Sekda Depok akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kuasa hukum Sekda Depok Harry Prihanto, Ihsan Rangkuti 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, berjanji memenuhi panggilan penyidik Polresta Depok, Rabu (12/9/2018).

Dalam panggilan pertama di mana pemeriksaan dijadwalkan pada Rabu (5/9/2018) lalu, Harry Prihanto mangkir dengan alasan ada urusan penting yang sudah terjadwal sebelumnya di Cirebon, Jawa Barat. Sehingga, ia meminta pemeriksaan dirinya diundur sampai Rabu ini, dan dipenuhi penyidik.

Baca: Foto bareng Keluarga Tanpa Sang Mama, Rizky Febian : Saya Bersyukur Atas Segala yang Telah Diberikan

Kuasa Hukum Harry Prihanto, Ahmar Ihsan Rangkuti, memastikan kliennya akan hadir memenuhi panggilan polisi, hari ini.

"Insyaallah beliau siap dan akan hadir," kata Ihsan kepada Warta Kota, Rabu pagi.

Bahkan, kata Ihsan, jika nantinya polisi langsung menahan Harry Prihanto usai pemeriksaan, maka kliennya siap dan akan menghormati keputusan tersebut.

"Jika usai pemeriksaan langsung penahanan akan dilakukan, maka klien kami tentu menghormatinya," ujar Ihsan.

"Jadi kita lihat situasinya hari ini ya. Upayà paksa penahanan saya nilai perlu dipertimbangkan dengan baik, karena ini menyangkut kemerdekaan seseorang. Tentu harus ada alasan yang sesuai KUHAP. Sebab sejauh ini klien kami kooperatif bekerja sama untuk membuat terang masalah yang terjadi," papar Ahmar.

Menurutnya, jika penahanan terhadap Harry Prihanto dilakukan, kemungkinan besar pihaknya akan meminta penangguhan penahanan yang merupakan hak kliennya sebagai tersangka.

"Klien kami tentu menghormatinya jika langsung ditahan. Tapi beliau tentu juga akan menggunakan hak-haknya sebagaimana diatur dalam hukum dan aturan perundang-undangan," jelas Ihsan.

Salah satunya, adalah penangguhan penahanan. "Kemungkinan itu (penangguhan penahanan), iya," ucapnya.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek Jalan Nangka, Tapos, oleh Polresta Depok, 20 Agustus, Harry Prihanto tidak ditahan. Begitu juga dengan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, tersangka lainnya dalam kasus ini.

Namun, polisi telah berkordinasi dengan Imigrasi melakukan pencekalan terhadap keduanya. Menurut Ihsan, dalam pemeriksaan Rabu ini, Harry Prihanto akan membeberkan bagaimana proses penganggaran pelebaran Jalan Nangka dilakukan. (*)

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas