Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Ratna Sarumpaet

Baracuda hingga Water Cannon Kawal Aksi Massa Alumni 212 di Depan Polda Metro Jaya

Tampak kendaraan taktis seperti Baracuda, Water Canom hingga mobil 'Raisa' (Pengurai Massa) disiagakan.

Baracuda hingga Water Cannon Kawal Aksi Massa Alumni 212 di Depan Polda Metro Jaya
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat gabungan dari TNI-Polri disiagakan untuk menjaga aksi massa Alumni 212 yang akan mengawal pemeriksaan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, di Polda Metro Jaya.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, para anggota TNI-Polri melakukan apel bersama di Markas Polda Metro Jaya sebelum kedatangan massa.

Tampak kendaraan taktis seperti Baracuda, Water Canom hingga mobil 'Raisa' (Pengurai Massa) disiagakan.

"Ada beberapa simpatisan yang akan mengantar beliau ke Polda ini, dan kemungkinkan diperkirakan 500 orang," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).

Baca: Massa Alumni 212 Akan Kawal Amien Rais, Wiranto: Silakan, Asal Jangan Merusak

Polisi yang sempat mengumandangkan adzan saat aksi 212 itu meminta pengamanan dilakukan sebaik-baiknya.

Dia juga mengajak untuk mengantispasi hal-hal yang tidak terduga.

"Tentunya kita melakukan pengamanan objek khususnya Polda Metro Jaya," jelas Indra.

Amien bakal diperiksa pada hari ini, Rabu (10/10/2018). Sebelumnya polisi telah memeriksa Said Iqbal dan Dokter RS Bina Estetika terkait kasus ini.

Sebelumnya polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.

Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. Ratna juga terancam pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas