Nama Wapres JK Sempat Dicatut Pelaku Penipuan Lowongan Palsu KAI
Dalam melancarkan aksinya, para pelaku penipuan lowongan kerja PT KAI tidak segan-segan mencatut nama pejabat tinggi negara untuk melancarkan aksinya.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam melancarkan aksinya, para pelaku penipuan lowongan kerja PT KAI tidak segan-segan mencatut nama pejabat tinggi negara untuk melancarkan kebohongannya.
Tidak tanggung-tanggung, nama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dicatut oleh pelaku, Nanang dan Iday. Nama JK dicatut oleh mereka saat batal memberikan jadwal keberangkatan kepada para korban di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat pada 5 November 2018 lalu.
"Mereka mundurin karena jadwal karena katanya JK ada kunjungan ke Gambir mau Yogyakarta naik kereta," ujar salah seorang korban, DE, melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.com, Senin (12/11/2018).
Demi meyakinkan korban, pelaku mengirimkan foto yang menampilkan saat JK berada di Gambir. Namun DE dan beberapa temannya tidak percaya begitu saja.
Mereka lalu mencari di mesin pencarian Google. Namun di Google, ditampilkan bahwa foto tersebut terjadi pada saat Wapres JK meninjau Stasiun Gambir pada mudik lebaran bulan Juni lalu.
Baca: Korban Penipuan Lowongan Kerja PT KAI Berasal dari Depok Hingga Padang
"Kami protes, hanya beberapa orang yang kritis mau buka pelan pelan. Ini tuh penipuan tapi entah kenapa setelah sedikit demi sedikit bukti, peserta yang lain malah nyerang kita," tutur DE.
Meski diprotes oleh sebagian korban, namun para pelaku akhirnya berkilah bahwa mereka mendapatkan informasi yang keliru. Menurut pelaku bernama Nanang pada acara itu JK memakai pakaian yang lain.
"Waktu itu kita minta konfirmasi, yang nama Nanang konfirmasi. 'Eh maaf maaf saya salah info yang benar pak JK pakai baju ini, ini, bukan batik'", " beber DE.
Namun meski mendapatkan penjelasan tersebut, DE mengaku malah semakin tidak percaya kepada para pelaku.
Seperti diketahui, 128 orang menjadi korban penipuan berkedok lowongan penerimaan pegawai PT KA di Stasiun Gambir, pada Minggu (11/11/2018) kemarin.
Para korban diminta untuk membayar sejumlah uang kepada oknum tersebut. Para korban diiming-imingi berangkat ke Yogyakarta untuk diklat calon pegawai PT KAI.
Mereka diminta membayar uang berkisar antara 5 - 20 juta rupiah kepada oknum sang penipu.
Korban juga diberikan tiket palsu untuk keberangkatan KA Argo Lawu 11 November 2018 pukul 20.15 WIB oleh pelaku.
Akhirnya para korban penipuan diamankan oleh petugas keamanan Stasiun Gambir karena kedapatan menggunakan tiket palsu tersebut.
Baca tanpa iklan