Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tanpa Diskon pun, Tarif MRT Jakarta Jauh Lebih Murah daripada Naik Ojek Online

Pemberlakuan tarif Moda Raya Terpadu ( MRT) dengan potongan diskon 50 persen dimulai Senin (01/04/2019).

Tanpa Diskon pun, Tarif MRT Jakarta Jauh Lebih Murah daripada Naik Ojek Online
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga mengantri untuk menaiki kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi Minggu (24/3/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan tarif Moda Raya Terpadu ( MRT) dengan potongan diskon 50 persen dimulai Senin (01/04/2019).

Dari pantauan  di Stasiun MRT Lebak Bulus pukul 09.45 WIB, masyarakat antre di loket untuk membeli tiket. Salah satu warga, Reza (27) mengatakan, tarif MRT sangat murah dengan adanya diskon.

Bahkan menurut dia, jika tidak mendapat diskon pun perjalanannya ke kantor lebih irit menggunakan MRT.

"Program diskon ini menurut saya sebagai wujud pemerintah dan MRT meningkatkan animo masyarakat lagi. Kalau kemarin sudah gratis, sekarang berbayar, tapi dapat diskon," katanya.

Ia menambahkan meskipun tak ada program diskon sekalipun, menggunakan MRT akan menghemat biaya perjalanannya ketimbang naik ojek online (Ojol).

Baca: Sampai Kapan Diskon Tarif MRT Jakarta Diberlakukan? Ini Jawab Gubernur Anies

"Saya kantor di Senayan, kalau naik ojol bisa Rp 25.000-Rp 30.000, sedangkan tarif normal MRT saja saya hanya bayar Rp12.000. Jadi kalau naik MRT lebih ngirit 50 persen ketimbang ojol. Apalagi April ini diskon, jadi cuma bayar Rp 6.000," lanjut Reza.

Ira (24), seorang pegawai swasta yang hendak menuju stasiun Setiabudi dari Lebak Bulus mengaku tak keberatan dengan tarif MRT, bahkan jika tidak mendapatkan diskon.

"Bayar full sekalipun enggak masalah. Karena memang fasilitasnya bagus, kecepatan keretanya juga oke. Hanya ini memang lagi diskon ya, lebih senang juga; karena dapat potongan harga lagi," terang Ira.

Hilma (27), warga yang hendak menuju ke Stasiun Haji Nawi berharap program potongan harga tersebut dapat diperpanjang.

"Saya berharap program ini diperpanjang, supaya masyarakat tertarik untuk naik MRT untuk transportasinya setiap hari," harap Hilma.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Minggu (31/3/2019) mengatakan selama bulan April, tarif MRT dipotong 50 persen.

Menurut Anies langkah tersebut dilakukan agar banyak masyarakat menggunakan MRT, dan melakukan sosialisasi pada masyarakat agar lebih paham penggunaan MRT.

"Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat untuk mengubah budaya transportasi dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum," paparnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Kalau Naik MRT Bisa Ngirit 50 Persen Ketimbang Naik Ojol"" 

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas