Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dafa, Relawan Pramuka Asli Betawi yang Senang Membantu Pemudik di Stasiun Gambir

Dafa Ikbal Rahadiansyah, pemuda 20 tahun asli Jakarta merupakan salah satu dari belasan relawan Pramuka yang bertugas di Stasiun Gambir.

Dafa, Relawan Pramuka Asli Betawi yang Senang Membantu Pemudik di Stasiun Gambir
tribunnews.com/abdul majid
Relawan Pramuka, Dafa Ikbal Rahadiansyah (kiri) saat membantu para pemudik di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dafa Ikbal Rahadiansyah, pemuda 20 tahun asli Jakarta merupakan salah satu dari belasan relawan Pramuka yang bertugas di Stasiun Gambir.

Dafa sapaan akrabnya, telah menjadi volunteer di Stasiun Gambir melalui organisasi Pramuka region Jakarta Pusat sejak 30 Mei lalu, dan hari ini menjadi tugas terakhirnya.

Ketertarikan Dafa menjadi volunteer diakuinya datang dari keinginannya pribadi.

Dan khusus kegiatan membantu para pemudik pun menjadi hal yang sangat ia sukai. Salah satu alasannya, Dafa adalah putra asli Jakarta yang tak mempunyai kampung halaman. 

“Karena saya juga jiwanya suka menolong, saya juga tidak punya kampung, asli Betawi jadi daripada libur di rumah kebetulan kuliah libur jadi dapat tugas lagi ke sini yaudah tidak jadi masalah,” kata Dafa saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (4/6/2019).

“Saya juga merasa senang bisa ikut membantu orang-orang yang akan mudik bertemu dengan keluarganya, selain saya tidak mudik, jadi setidaknya saya bisa ikut merasakan suasan mudik ini. Saya merasa senang.,” tambahnya.

Di Stasiun Gambir, Dafa mendapatkan tugas sebagai pengarah. 

Para penumpang yang sudah melakukan boarding pass, akan diarahkan Dafa terkait Kereta apa, dan jalur berapa.

Selain itu, para volunteer pramuka di Stasiun Gambir juga dijelaskan Dafa juga  terbagi menjadi beberapa desk.

“Di sini ada juga ada bantu cetak tiket, ada juga bantu penumpang naik eskalator bawaannya banyak kadang juga ada yang tidak bisa jaga kesimbangan (lansia) jadi kita yang bantu. Terus yang di peron juga ada, yang di peron itu bertugas untuk mengecek tiket penumpang mereka di gerbong berapa,” jelas pria yang masih menimba ilmu di institus transportasi dan logistic trisakti, jurusan teknik dirgantara tersebut.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas