Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dibakar Ayah Kandung, Bocah 5 Tahun Selamat dari Maut

Dibakar ayah kandungnya, bocah lima tahun di Jakarta Timur selamat dari maut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dibakar Ayah Kandung, Bocah 5 Tahun Selamat dari Maut
Intisari
Ilustrasi - Dibakar ayah kandungnya, bocah lima tahun di Jakarta Timur selamat dari maut. 

Dibakar ayah kandungnya, bocah lima tahun selamat dari maut.

TRIBUNNEWS.com - Bocah usia 5 tahun yang menjadi korban pembakaran ayah kandungnya, Jumharyono (43), ternyata masih hidup.

Bocah berinisial RY itu berada di dalam kamar saat api berkobar. Setelah api dipadamkan, RY justru tiba-tiba bangun dan berlari ke luar rumah dalam kondisi badan dipenuhi bara api.

RY kini dirawat intensif di rumah sakit akibat mengalami luka bakar 80 persen.

Peristiwa anak dibakar ayah itu sendiri terjadi di Jalan Dukuh V, RT 10 RW 05, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019) dini hari.

Baca: Banda Narkoba Gagal Kabur dari Penjara gara-gara Salah Tingkah Menyamar jadi Anaknya

Lela, seorang tetangga Jumharyono, menceritakan para warga mengira RY sudah meninggal saat ditemukan terbakar di dalam kamar kontrakan.

"Kami mengira RY sudah meninggal, baru tahu RY masih hidup karena dia tiba-tiba dia bangun dan lari keluar kontrakan. Jadi enggak lama api padam RY lari keluar kontrakan," kata Lela, Selasa (6/8).

Rekomendasi Untuk Anda

RY berlari tak karuan lantaran panik saat api menyelimuti tubuhnya.

Ia pun berteriak minta tolong karena kesakitan menahan bara api yang menempel di sekujur badannya.

"Pas lari keluar, di badan RY masih ada bara api. Dia teriak kepanasan dan minta tolong ke warga, kasihan banget melihatnya. Kami semua kaget, dikira RY sudah meninggal," katanya.

Sementara itu, warga lainnya Rohayah mengatakan, melihat api berkobar dalam kontrakan sekira pukul 02.30 WIB.

Kemudian, ia bergegas melapor kepada ketua RT dan langsung bersama-sama mendobrak pintu kontrakan Jumharyono.

"Pas mau dobrak kontrakan, pelaku keluar lompat dari jendela. Di dalam kontrakan, yang pertama warga lihat jasad istrinya, sudah berdarah-darah jasadnya. Paling parah kondisi mukanya," ujarnya.

Kala itu, warga bergegas memadamkan api dalam kontrakan yang sudah melahap kasur dan tembok depan kontrakan Jumharyono.

Hingga api berhasil dipadamkan, Rohayah menyebut warga mengira RY sudah dalam keadaan tewas akibat luka bakar yang menurut polisi mencapai 80 persen.

Baca: Gadis Berusia 16 Tahun Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri, Kini Hamil 7 Bulan

"Luka bakar RY parah, karena parah itu di RS Harapan Bunda dirujuk ke RS Polri. Mudah-mudahan RY selamat, kasihan banget. Warga juga enggak tahu RY melihat perbuatan ayahnya atau enggak," kata Rohayah.

Selain itu, ia mengaku sebelum peristiwa itu terjadi, sempat mendengar permintaan tolong RY dari kontrakan tak lama kedua orang tuanya bertengkar sekira pukul 01.00 WIB.

"RY sempat teriak minta tolong, sebelum RY teriak ibunya teriak minta tolong juga. Mereka memang sering bertengkar, jadi pas awal berantem pukul 01.00 WIB warga masih diam saja," katanya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan, Jumharyono sengaja menyulut api karena ingin bunuh diri setelah menghabisi nyawa istrinya.

Namun, saat api membesar pria yang berprofesi sebagai kuli semangka di Pasar Induk Kramat Jati itu keluar menyelamatkan diri lewat jendela.

"Pelaku mencoba melakukan bunuh diri dengan cara membakar seluruh keluarganya. Namun, pelaku berhasil keluar dari jendela saat ruang tamu terbakar," jelas Hery.

Istri Menolak Diajak Berhubungan Intim

Sebelumnya diberitakan, Jumharyono tega membunuh istrinya ,Khoriah kemudian membakar kosannya hingga sang anak ikut terbakar.

Jondayat (47), tetangga Jumharyono dan Khoriah yang tinggal di depan kontrakan pasangan suami istri itu, mengatakan, kejadian bermula pada sekitar pukul 01.00 WIB.

Jondayat dan istri terbangun dari tidur karena suara berisik Jumharyono dan Khoriah yang sedang cekcok.

Baca: Mengaku Tak Ada Alasan Khusus, Seorang Remaja Tega Lempar Bocah 6 Tahun dari Gedung Setinggi 60 M

"Saya niat sama istri buat lapor ke RT, belum lapor eh nenek yang tinggal di samping rumahnya itu teriak kebakaran. Warga langsung keluar dan benar ada kebakaran di dalam kontrakannya (pelaku dan korban)," kata Jondayat, Selasa.

Jondayat menjelaskan, saat warga mengecek kontrakan tersangka pelaku, warga melihat tersangka panik. Dia keluar lewat jendela, terjatuh ke lantai, lalu pingsan.

"Dia (tersangka) kelabakan keluar jendela, terus jatuh dan pingsan. Kami fokus dobrak pintunya, terus padamin api. Yang dibakar kasur," ujar Jondayat.

Saat masuk ke dalam rumah untuk padamkan api, warga melihat jenazah Khoriah tergeletak penuh luka.

Warga juga melihat anak pelaku berinisial R (5) menahan sakit karena luka bakar. "Kami sudah lihat jenazah sama anaknya, tapi kami padamin dulu apinya pakai baskom air. Pas padam, anaknya keluar kontrakan lari nangis karena luka bakar," ujar Jondayat.

Warga kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Kramat Jati.

Polisi yang tiba langsung mengecek lokasi kejadian, mengamankan Jumharyono, serta membawa dua korban, yaitu istrinya dan anaknya (R) ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Polisi mengatakan, Khoriah tewas dibunuh Jumharyono.

Pembunuhan itu diawali pertengkaran, diduga soal masalah ekonomi.

"Saat pulang ke rumah ribut, cekcok mulut masalah ekonomi, kemudian pelaku kesal dan memukuli korban dengan menggunakan batu dan menusuk korban dengan menggunakan gunting," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, Selasa.

Baca: Tak Diawasi, Bocah 5 Tahun Tewas Seketika Setelah Jatuh dari Jendela Kamar Hotel Lantai 9

Usai membunuh istrinya, Jumharyono berniat bunuh diri dengan membakar kontrakannya.

Namun saat api mulai membesar, Jumharyono justru keluar dari dalam rumah. Dia kemudian diamankan warga.

Informasi terbaru Jumharyono membunuh istrinya diduga akibat penolakan istri saat diajak berhubungan intim.

Hery Purnomo mengatakan, Jumharyono kesal karena istrinya menolak untuk berhubungan intim.

Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Jumharyono diduga mengidap gangguan kelainan seksual.

"Berdasarkan keterangan para saksi sebelumnya memang terjadi cek-cok rumah tangga. Kemudian kami dapatkan keterangan bahwa yang bersangkutan mengalami kelainan seks," kata Hery.

Dia menjelaskan, keributan antara Jumharyono dan istrinya terjadi lantaran permintaannya ditolak untuk berhubungan suami-istri. Hal itu diduga menyulut amarah Jumharyono hingga tega membunuh istrinya.

"Kemungkinan yang bersangkutan memaksa istrinya untuk melakukan hubungan suami istri, tapi karena ditolak kemudian melakukan perbuatan itu," ujar Hery.

Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus tersebut guna mengetahui motif pelaku membunuh istrinya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul "Dikira Sudah Meninggal, Bocah yang Dibakar Ayahnya Lari Saat Api Selimuti Badannya"

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas