Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ganjil Genap

Ada 21 Pelanggar Ganjil Genap di Jalan Salemba Raya, Kebanyakan Mengaku Belum Tahu

Sepenuturannya, mayoritas dari para pelanggar mengaku belum mengetahui dan paham ruas jalan mana saja yang terdampak ganjil genap

Ada 21 Pelanggar Ganjil Genap di Jalan Salemba Raya, Kebanyakan Mengaku Belum Tahu
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Kanit Lantas Matraman, AKP Dwi Hari Setyanto saat dijumpai di simpang Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/9/2019) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada puluhan kendaraan yang melanggar kebijakan sistem ganjil genap, khusus di bawah kewenangan Polsek Matraman.

Setidaknya, dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.48 WIB sudah ada 21 kendaraan roda empat yang melanggar perluasan pembatasan kendaraan ini.

Baca: Seputar Penerapan Perluasan Ganjil Genap di DKI: Ada yang Minta Damai Hingga Suami Artis Ditilang

Hal ini disampaikan oleh Kanit Lantas Matraman, AKP Dwi Hari Setyanto sat dijumpai di simpang Matraman, Jakarta Timur.

"Sudah ditindak sekitar 21 pelanggar," katanya di lokasi, Senin (9/9/2019).

Sepenuturannya, mayoritas dari para pelanggar mengaku belum mengetahui dan paham ruas jalan mana saja yang terdampak ganjil genap.

Padahal, sebelum aturan ini resmi diberlakukan, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI sudah lebih dulu melakukan sosialisasi selama 3 minggu, sejak 12 Agustus sampai 6 September 2019.

"Dari sekian yang ditindak, semuanya rata-rata belum tahu pelaksanaan hari ini, padahal sudah disosialisasi," ungkap dia.

Sementara untuk dampak kebijakan pembatasan kendaraan di kawasan Matraman, utamanya pada Jalan Salemba Raya, Hari menyebut memang ada pengurangan kepadatan volume kendaraan bermotor di kawasan tersebut.

Baca: Ditilang Karena Langgar Aturan Ganjil Genap, Mobil Mewah Ini Terpaksa Ditahan Polisi

Terutama, pada jam-jam tertentu semisal pagi dan sore hari.

"Untuk jam-jam tertentu pagi atau sore tentu ada pengurangan kepadatan volume kendaraan," pungkas dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas