Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Cokok 12 Pengedar Sabu Jaringan Jaringan Malaysia-Pekanbaru-Jakarta

Argo mengatakan pihaknya sudah menyelidiki kasus peredaran narkoba ini selama 1 bulan. 12 tersangka ini tidak saling mengenal satu sama lain.

Polisi Cokok 12 Pengedar Sabu Jaringan Jaringan Malaysia-Pekanbaru-Jakarta
Tribun Medan / Tommy
ilustrasi.Tersangka pengedar sabu Celina Rizky alias Selin (21) diamankan Polres Siantar, Jumat (30/8/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap 12 tersangka pengedar sabu dan eskstasi yang tergabung dalam tujuh kelompok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkapkan tujuh kelompok ini memiliki bos yang sama yakni DPO berinisial Mr. X yang masih berada di Jakarta.

"Penangkapan tersangka pengedar sabu ekstasi berawal dari laporan masuk ke polisi ada seseorang yang jadi bos atau pengendali. Dia kendalikan beberapa agennnya dia. Dia punya agen yang bisa edarkan narkotika itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Argo mengatakan pihaknya sudah menyelidiki kasus peredaran narkoba ini selama 1 bulan. 12 tersangka ini tidak saling mengenal satu sama lain.

Polisi menyita barang bukti mencapai 17,98 kg sabu dan 4.132 butir ekstasi. 12 tersangka ini ditangkap ditempat yang berbeda pada bulan 31 Juli hingga tanggal 8 September.

Baca: Lili Kritik KPK saat Fit and Proper Tes, Ini Katanya

Tersangka yang diamankan yakni HW, F, S, RA, E, AY, HW, HP, I, RY, YP dan TWS ditempat-tempat yang berbeda seperti di apartemen Jakarta Utara, apartemen Jakarta Selatan, di sebuah mini marker di Sunter Jakut dan dipinggir jalan kawasan Jakarta Timur.

Argo mengatakan seluruh tersangka hendak menjual sabu maupun ekstasi ke wilayah Jakarta.

"Mr. X tadi dia punya pengedar ada 7 lokasi ini tidak saling kenal satu dengan lain nggak kenal nah siapa yang antar nggak kenal. Karena dari Mr. X kita masih cari siapa kurirnya ini. Narkoba ini jenis putus tidak saling mengenal," jelas Argo.

Para tersangka mengaku baru beberapa kali melakukan transaksi narkotika dengan DPO Mr. X yang saat ini masih berada di Jakarta.

Sementara itu, Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Iqbal Simatupang, mengatakan para tersangka menggunakan cara tempel dalam mengedarkan narkoba.

Mereka meletakan narkoba serta uang di pinggir jalan. Para pelaku menghindari transfer dan pertemuan dengan pembeli.

"Mereka dengan calon pembeli ada berbagai macam transaksi misal dengan cara tempel. Dia (Mr. X) bilang ada barang di satu tempat ini silakan ambil uangnya ditaruh di sini," tutur Iqbal.

Para pelaku mengemas sabu itu dengan bungkus teh berwarna hijau maupun merah. Polisi menduga narkoba itu berasal dari luar negeri dan berkualitas terbaik.

"Itu kalau nggak salah bungkus teh hijau dari Cina kalau bungkus merah dari Myanmar asal barangnya kalau nggak salah," pungkas Iqbal.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU nomor 35/2009 tentang narkotika. Seluruh tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas