Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wajah Ojek Sepeda di Kota Tua, Hanya Tinggal Beberapa yang Tetap Setia, Itupun Semakin Renta

Di tengah maraknya transportasi online di ibu kota, banyak transportasi tradisional yang dulu sangat digemari, sekarang sudah mulai dilupakan

Wajah Ojek Sepeda di Kota Tua, Hanya Tinggal Beberapa yang Tetap Setia, Itupun Semakin Renta
net
Ojek Sepeda di Kota Tua 

Laporan wartawan magang Yosi Vaulla Virza
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Di tengah maraknya transportasi online di ibu kota, banyak transportasi tradisional yang dulu sangat digemari, sekarang sudah mulai dilupakan. Sebut saja salah satunya ojek sepeda.

Berbekal sepeda othel, para ojek sepeda ini berangkat dari pagi sekali ke Kota Tua untuk menunggu penumpang yang akan menggunakan jasanya.

Tidak banyak yang dapat kita lihat, hanya ada 5 sampai 7 ojek sepeda yang tetap bertahan melakoni profesi ini, salah satunya Pak Pati.

Di keramaian jalanan Kota Tua beliau dengan pakaian yang sudah sedikit lusuh duduk di samping sepeda onthelnya, menunggu mungkin ada yang akan menggunakan jasanya.

Pak Pati sudah 15 tahun menjadi ojek sepeda, sebelum di Kota Tua beliau dahulunya sering mangkal di daerah pasar yang tidak jauh dari Kota Tua.

"Dulu saya di pasar di belakang sana mbak mangkalnya,tapi pindah ke sini, di sana udah sulit banget," ujar pak Pati dengan logat Tegalnya yang kental.

Pria asal Pemalang ini mengaku sebagai ojek sepeda sekarang sudah sangat susah.

Harus bersaing dengan moda transportasi lain, membuat para ojek sepeda semangkin terpinggirkan.

"Sekarang susah mbak, ojek online udah di mana-mana, mereka lebih cepat terus ada Tranjakarta juga, ya paling pelanggan tetap aja yang pagi ke pasar,itu juga sekarang udah tidak tau kemana (pelanggan) ," lanjut Pak pati.

Setiap harinya laki-laki berumur 52 tahun ini membawa 50 sampai 80 ribu rupiah setelah seharian bekerja.Tidak ada yang beda hari biasa maupun akhir pekan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas