Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polemik Wagub DKI, Gerindra Tak Terima Disebut Tak Beretika oleh PKS

Karena itu, Dasco menyayangkan jika usulan empat nama baru itu dianggap sebagai tindakan tidak beretika

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polemik Wagub DKI, Gerindra Tak Terima Disebut Tak Beretika oleh PKS
TRIBUNNEWS.COM
Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tidak terima partainya dituduh tidak memiliki etika terkait polemik calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Gerindra diketahui mengajukan empat nama pengganti untuk Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya menjadi jatah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Tidak ada niat kami untuk tidak beretika sebagaimana dituduhkan oleh pihak-pihak yang tidak mengetahui permasalahan sebenarnya," ujar Sufmi Dasco Ahmad ketika dikonfirmasi, Minggu (10/11/2019).

Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan awal mula Partai Gerindra mengajukan empat nama calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Baca: Cerita Fahri Hamzah Soal Deddy Mizwar Ditelantarkan PKS Hingga Gabung Partai Gelora

Untuk diketahui empat nama calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diajukan Gerindra di antaranya Arnes Lukman, Ferry J Yuliantoro, Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Dia menjelaskan, permasalahan berawal saat PKS mengirimkan surat kepada Gerindra untuk mengubah nama calon yang telah diusung ke DPRD DKI.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagaimana diketahui, PKS sudah mengusulkan dua nama Wakil Gubernur DKI, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun dalam perjalanan, tidak ada perkembangan positif dari DPRD terkait dua nama tersebut.

Baca: Gerinda Ajukan 4 Kandidat Wagub DKI, PKS : Tidak Komitmen

Akibatnya, pemilihan pengganti wakil gubernur pun masih belum terealisasi.

Pada Agustus 2019 lalu, Dasco mengatakan, PKS mengirim surat kepada Gerindra.

Dalam surat itu PKS mengajak Gerindra mengganti nama-nama calon Wagub yang telah diusung.

Namun kemudian Surat itu ditarik kembali oleh PKS.

"PKS juga telah mengirim surat kepada Partai Gerindra dengan mengajak Partai Gerindra sebagai pengusung untuk mengganti nama calon pengganti wagub dengan dua nama, yaitu Saudara Adhyaksa Dault dan Nurmansyah Lubis," jelasnya.

Baca: Ahmad Syaikhu Nilai Gerindra Menyalahi Etika & Tak Komitmen Seusai Keluar Usulan 4 Nama Cawagub DKI

Atas usulan dari PKS tersebut, Gerindra mengadakan rapat koordinasi, dengan DPD Gerindra DKI Jakarta dan desk Pilkada DPP Gerindra.

Namun baru satu minggu kemudian, surat PKS itu ditarik kembali.

"Surat itu ditandatangani Majelis Syuro PKS, Presiden PKS dan Sekjen," ucapnya.

Karena itu, Dasco menyayangkan jika usulan empat nama baru itu dianggap sebagai tindakan tidak beretika.

"Sampai dengan bulan lalu itu kemudian belum ada usulan ulang dari PKS, sementara publik sudah menanyakan soal pengganti wagub yang ditanggalkan oleh Sandiaga Uno," jelasnya.

Baca: Kata PDIP soal Manuver NasDem: Mereka Sudah Ambil Ancang-ancang untuk Pilpres 2024

DPP Gerindra pun berinisiatif membuat surat kepada DPP PKS untuk mengusulkan calon pengganti wagub ada empat nama yang diusulkan Gerindra.

"Jadi surat yang kami usulkan adalah menindaklanjuti usulan pengganti sebenarnya dari PKS yang kemudian ditarik ulang. Jadi tak ada niat kami untuk tak beretika sebagaimana dituduhkan oleh pihak-pihak yang tak mengetahui permasalahan sebenarnya," kata Dasco.

PKS Nilai Gerindra Salahi Etika

Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu menyesalkan sikap Partai Gerindra yang mengusulkan empat nama calon baru untuk mengisi posisi tersebut.

Anggota DPR Fraksi PKS Ahmad Syaikhu menilai jika langkah Gerindra mengusulkan empat nama baru untuk calon Wakil Gubernur DKI Jakarta menyalahi etika dan komitmen partai.

"Pertama tidak komitmen dari sejak awal dan ini diungkap oleh Pak Prabowo bahwa Gerindra akan menyerahkan posisi Wakil Gubernur untuk PKS," katanya, Jumat (8/11/2019).

Baca: Rekam Jejak Ahmad Dhani di Politik: Gagal di Pileg dan Pilbup Bekasi, Kini Dilirik jadi Wagub DKI

Dirinya beralasan karena ada kesepakatan antara Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya untuk PKS.

"Ini menyebabkan satu hal etika yang tidak baik ya," tambahnya, melihat tayangan YouTube KOMPASTV, Jumat (8/11/2019).

Ahmad Syaikhu merupakan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan oleh PKS.

Selain Syaikhu, PKS juga mengusung Agung Yulianto untuk menggantikan posisi dari Sandiaga Uno itu.

Kemudian dirinya mempertanyakan mengapa ada nama-nama yang muncul yang diusulkan oleh Gerindra untuk mengisi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/11/2019), Syaikhu tidak menyoroti sosok yang menjadi calon Wakil Gubernur, namun terkait komitmen pihak-pihak yang menindaklanjuti proses pemilihan posisi tersebut.

"Berbagai tahapan sudah dilalui. Termasuk fit and proper test. Sekarang kita mau serius atau tidak mencari pendamping Anies," kata Syaikhu.

Keempat nama yang diajukan oleh Gerindra sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu:

1. Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Arnes Lukman

2. Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono

3. Sekretaris Jenderal Gerindra Riza Patria

4. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah

Posisi yang sebelumnya ditempati Sandiaga Uno itu telah kosong sejak 10 Agustus 2018.

Sandiaga Uno memilih untuk meninggalkan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019 lalu.

Proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebelumnya berjalan rumit di DPRD DKI.

Panitia khusus menyebut tata tertib pemilihan wakil gubernur sudah selesai dibahas oleh mereka.

Hingga kini rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk membahas tata tertib pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga belum dilaksanakan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas